Klaim Trump Bahwa Mojtaba Khamenei Sudah Tiada

Klaim Trump Bahwa Mojtaba Khamenei Sudah Tiada

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Jul 2026 06:21 WIB
Mojtaba Khamenei (File photo: Reuters)
Foto: Mojtaba Khamenei (dok. Reuters)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan informasi mengejutkan terkait pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Dia mengklaim Mojtaba Khamenei sudah meninggal dunia.

Berdasarkan catatan detikcom, Rabu (15/7/2026), keberadaan Mojtaba Khamenei sudah menjadi tanda tanya publik sejak berbulan-bulan lalu. New York Post, bahkan, mengutip penilaian intelijen AS, melaporkan bahwa Mojtaba terluka parah dan mengalami cacat fisik yang parah akibat serangan AS-Israel tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mojtaba dilaporkan berada di kediaman yang sama dengan ayahnya ketika serangan udara AS dan Israel terjadi, tetapi ia selamat karena berada di ruangan yang berbeda. Pada saat itu, duta besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, mengatakan Mojtaba menderita cedera pada kaki, tangan, dan lengannya dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejak serangan itu, Mojtaba belum pernah muncul di depan umum atau menyampaikan pidato apa pun. Bahkan, ia juga belum pernah tampil di publik sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret lalu.

Mojtaba Tak Muncul di Pemakaman Ayahnya

Spekulasi terkait keberadaan Mojtaba pun berlanjut. Pasalnya, ia tidak hadir di acara pemakaman ayahnya Ayatollah Ali Khamenei.

Saat seremoni pemakaman ayahnya digelar selama beberapa hari di kota-kota Iran dan Irak pada awal bulan ini, Mojtaba tidak tampak hadir. Mojtaba baru muncul setelah mendiang ayahnya dimakamkan pada 9 Juli 2026 lalu.

Namun, ia tidak muncul secara fisik. Mojtaba hanya merilis pernyataan yang menegaskan akan membalas kematian ayahnya.

"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," katanya dalam surat yang ditandatangani pada hari Jumat (10/7). "Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya, maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," ucap Mojtaba dalam pernyataannya.

"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," tegasnya.

Trump Klaim Mojtaba 90 Persen Meninggal Dunia

Tanda tanya besar itu lah yang lantas memancing Trump menyampaikan pernyataan perihal Mojtaba Khamenei. Trump menyebut yang bersangkutan kemungkinan besar sudah meninggal dunia akibat perang.

Dalam wawancara dengan media AS Fox News, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (14/7/2026), Trump kembali mengatakan bahwa kemampuan militer Iran telah sangat melemah.

"Mereka (Iran-red) tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Semuanya sudah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka sudah musnah. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas," ujar Trump dalam wawancara tersebut.

Trump, dalam wawancara itu, sempat salah menyebut mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai "Khomeini", atau Ruhollah Khomeini, yang merupakan pemimpin revolusi Iran yang wafat pada tahun 1989.

"Para pemimpin terbaik mereka telah tewas. Mereka sudah habis. Khomeini sudah tiada," kata Trump, yang diduga salah menyebut nama mendiang Ali Khamenei yang tewas akibat gelombang serangan awal AS-Israel pada 28 Februari lalu.

"Putranya, 90 persen telah tiada," klaim Presiden AS itu, merujuk pada Mojtaba, pemimpin tertinggi Iran saat ini yang merupakan putra mendiang Ali Khamenei.

Halaman 3 dari 3
(maa/fca)


Berita Terkait