Prancis sedang berjuang memadamkan dua kebakaran hutan yang menghanguskan sekitar 1.300 hektare area hutan bersejarah di sebelah selatan Paris pada Senin (13/7) waktu setempat. Sedikitnya dua orang telah ditangkap Kepolisian Prancis terkait dugaan aksi pembakaran yang memicu kebakaran hutan tersebut.
Kebakaran hutan tersebut, seperti dilansir AFP, Selasa (14/7/2026), mulai terjadi pada Minggu (12/7) waktu setempat di area hutan Fontainebleau yang luas, yang merupakan bekas area perburuan era kerajaan yang kini dihiasi desa-desa yang tenang. Hutan itu terletak sekitar 60 kilometer di sebelah tenggara Paris.
Di tengah gelombang panas yang menyelimuti kawasan itu, kebakaran hutan -- yang tergolong jarang di wilayah utara Prancis -- meluas dengan cepat di area yang merupakan cagar biosfer UNESCO tersebut. Bencana ini mengganggu layanan kereta api dan lalu lintas di jalan raya saat liburan akhir pekan yang ramai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang hari, pesawat pemadam kebakaran dan para petugas pemadam berupaya keras memadamkan kobaran api.
Komandan operasi penyelamatan, Jean-Marc Sicard, mengatakan bahwa 187 penyiraman air dari udara telah dilakukan, dengan sekitar 600 petugas pemadam kebakaran masih bertugas dan akan bekerja secara bergantian untuk memadamkan api.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan bahwa hingga Senin (13/7) sore, kobaran api telah merambat hingga mencakup area seluas hampir 1.200 hektare. Dia menyebut kebakaran kedua terjadi pada Senin (13/7) sore, dan telah menghanguskan sekitar 100 hektare lahan.
Sebanyak 1.000 orang yang ada di dalam dan di sekitar hutan Fontainebleau telah dievakuasi.
Nunez mengatakan bahwa dua orang telah ditangkap terkait kebakaran di hutan Fontainebleau tersebut, atas tuduhan melakukan "aksi pembakaran, baik disengaja maupun tidak disengaja". Dia menyebut total 59 penangkapan telah dilakukan terkait berbagai dugaan aksi pembakaran.
Salah satu dari dua tersangka yang ditangkap itu merupakan seorang pemuda berusia 18 tahun yang memiliki catatan kriminal. Menurut sumber yang memahami penyelidikan, tangan tersangka berlumuran jelaga dan dia kedapatan membawa pemantik api saat diamankan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam pernyataan via media sosial X, mengatakan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan untuk memadamkan apa yang dia gambarkan sebagai "kebakaran hutan yang sangat besar".
Nunez mengatakan bahwa otoritas Prancis sedang menyelidiki apakah kebakaran hutan itu dipicu secara sengaja. "Terdapat sekitar 10 titik awal api dalam radius 1.000 meter, yang mengindikasikan bahwa kebakaran itu mungkin saja disengaja," sebutnya.
Dia menambahkan bahwa "api masih terus menjalar" karena kondisi cuaca "kurang mendukung" pada Senin (13/7) malam.
Lihat juga Video: Kebakaran Hutan Terjadi di Chili, 16 Orang Tewas










































