Senator AS Lindsey Graham Meninggal, Iran: Dia Sosok Jahat!

Senator AS Lindsey Graham Meninggal, Iran: Dia Sosok Jahat!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 13 Jul 2026 17:09 WIB
Senator AS Lindsey Graham saat berkunjung ke Ukraina tahun 2023 lalu (dok. REUTERS/Alina Smutko)
Senator AS Lindsey Graham saat berkunjung ke Ukraina tahun 2023 lalu (dok. REUTERS/Alina Smutko)
Teheran -

Otoritas Iran mengomentari kabar meninggalnya Senator Amerika Serikat pro-Israel, Lindsey Graham, yang dikenal sangat memusuhi Teheran dan mendukung perang terhadap Iran. Teheran menyebut Graham semasa hidup merupakan sosok yang "jahat".

"Rakyat kami tidak akan berduka untuk sosok yang filosofi hidupnya adalah agresi dan intimidasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Senin (13/7/2026).

"Keseluruhan dirinya dipenuhi dengan niat jahat," cetus Baghaei, merujuk pada sosok Graham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan resmi Iran ini disampaikan sehari setelah sejumlah penyiar televisi pemerintah secara terang-terangan menyambut baik, bahkan merayakan, kematian Graham dalam siaran pada Minggu (12/7) waktu setempat.

Graham, yang merupakan Senator senior dari Partai Republik dan mewakili negara bagian South Carolina ini, meninggal dunia dalam usia 71 tahun pada Sabtu (11/7) malam waktu AS. Menurut kantor resminya, Graham meninggal dunia karena "sakit mendadak".

Graham juga dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Donald Trump. Dalam ucapan belasungkawanya, Trump memuji Graham sebagai "patriot Amerika sejati" yang akan "sangat dirindukan".

Semasa hidup, Graham merupakan pendukung kuat untuk invasi militer AS terhadap Irak dan sejak lama telah mendorong aksi militer AS terhadap Iran. Dia merupakan pendukung kuat Israel dan mendukung sepenuhnya upaya Trump yang terus berlanjut dalam memerangi Teheran.

Bulan lalu, dia mengatakan kepada CBS bahwa AS akan "meluluhlantakkan" Iran jika negara itu tidak tunduk pada kendali AS atas Selat Hormuz.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan belasungkawa dan memuji Graham sebagai "salah satu sahabat terbesar" Israel.

Spekulasi dan teori konspirasi mencuat karena Graham meninggal secara mendadak tepat sehari setelah melakukan kunjungan ke Ukraina. Dia bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky pada Jumat (10/7) waktu setempat. Tidak ada masalah kesehatan yang diketahui sebelum perjalanannya ke Kyiv tersebut.

Media Iran Rayakan Kematian Lindsey Graham

Media pemerintah Iran dan para pendukung rezim Teheran merayakan kematian Graham. Sejumlah penyiar televisi pemerintah tampak tersenyum saat siaran dan media berhaluan keras bahkan mengejek mendiang Senator AS tersebut.

"Graham meninggal dunia, membawa ambisi penghancuran Iran bersamanya ke liang kubur," demikian bunyi headline kantor berita Tasnim, yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, seperti dilansir The Times of India.

Seorang penyiar televisi pemerintah Iran secara terang-terangan mengucapkan selamat atas kematian Graham. "Berita ini begitu manis hingga saya membacanya dua kali," ucap penyiar televisi pemerintah Iran tersebut.

"Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Iran atas dikirimnya Senator AS Lindsey Graham, yang anti-Iran dan gemar mengobarkan perang, ke neraka," ujar penyiar Iran tersebut.

Para pendukung rezim Teheran di media sosial membagikan gambar grafis yang menampilkan sejumlah tokoh yang diduga menjadi target pembalasan Iran. Wajah Graham tampak dicoret dengan tanda silang merah yang besar, menandakan dia sebagai satu-satunya yang telah "dilenyapkan".

Lihat Video 'AS Gertak Iran: Kalau Agresif, Bakal Dibalas Kekuatan Luar Biasa':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait