Serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai empat orang lainnya di Iran barat daya.
"Menyusul serangan musuh Amerika pada Senin pagi... satu orang gugur dan empat lainnya terluka," lapor kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip wakil gubernur provinsi Khuzestan untuk keamanan dan penegakan hukum, Valiollah Hayati, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/7/2026).
Sebelumnya, militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial pada hari Senin (13/7), bahwa mereka telah menyelesaikan putaran serangan baru di Iran, yang bertujuan untuk mencegah Republik Islam itu menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa mereka menghantam puluhan target di beberapa lokasi dengan amunisi presisi untuk melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang kapal-kapal internasional yang melewati Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan dunia.
Menurut CENTCOM, serangan diperintahkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Target yang diserang meliputi sistem pertahanan udara Iran, lokasi radar pantai, peralatan rudal dan drone, serta sejumlah kapal kecil.
CENTCOM juga menyatakan bahwa dalam operasi kali ini, untuk pertama kalinya AS menggunakan kombinasi pesawat tempur, kapal perang, drone udara serang sekali pakai (one-way attack drones), dan drone laut serang sekali pakai.
(ita/ita)