Mojtaba Khamenei Bersumpah Akan Balas Kematian Ayahnya!

Mojtaba Khamenei Bersumpah Akan Balas Kematian Ayahnya!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2026 18:39 WIB
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Foto: AFP)
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Foto: AFP)
Jakarta -

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa membalas dendam atas kematian ayahnya adalah "tuntutan bangsa" dan "pasti harus dilakukan." Demikian menurut pesan tertulis yang dirilis di akun Telegram-nya, hari Sabtu (11/7/2026).

Khamenei mengeluarkan pesan tersebut pada upacara pemakaman ayahnya, mantan pemimpin tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang diadakan beberapa bulan setelah ia gugur dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu.

"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," katanya dalam surat yang ditandatangani pada hari Jumat (10/7). "Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," kata Khamenei dalam pesan tersebut.

Ayatollah Khamenei telah dimakamkan pada Jumat (10/7) dini hari waktu setempat di Makam Imam Reza, situs suci Syiah paling dihormati di Iran.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa jenazah Khamenei dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, di kompleks keagamaan yang dikenal dengan kubah emas besar dan menara-menara berlapis emas.

Upacara pemakaman berlangsung tertutup, namun didahului oleh seminggu masa berkabung nasional dan serangkaian prosesi publik besar-besaran yang menyedot lebih dari 15 juta pelayat. Bahkan menurut perkiraan pihak Iran, jumlahnya mencapai sekitar 43 juta pelayat.

Kementerian Intelijen Iran memuji ramainya pelayat yang hadir, dan menyebut prosesi di Iran dan Irak tersebut sebagai janji baru terhadap cita-cita bangsa dan Poros Perlawanan.

Dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (11/7/2026), dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu (11/7), kementerian Iran tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Iran dan Irak, otoritas agama, pemerintah negara-negara sahabat, dan delegasi dari seluruh dunia Islam atas partisipasi mereka dalam prosesi pemakaman itu.

Kementerian juga berterima kasih kepada para pelayat dari Lebanon, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Kashmir, India, Bahrain, dan negara-negara lain. Kementerian menggambarkan kehadiran mereka sebagai demonstrasi solidaritas yang abadi dengan negara tersebut.

"Pemakaman bersejarah tersebut mencerminkan kesetiaan dan kesadaran bangsa Islam dan memperbarui komitmennya terhadap cita-cita Islam," bunyi pernyataan kementerian tersebut.

Kementerian pun memuji prosesi yang diselenggarakan oleh suku-suku Irak dan lembaga-lembaga keagamaan. Dia mengatakan bahwa hal itu menyoroti ikatan abadi antara rakyat Iran dan Irak dan memperkuat jalan perlawanan.

"Kita memperbarui perjanjian darah dan perjuangan kita dengan Pemimpin Revolusi Islam dan akan tetap berada di garis depan pertempuran melawan Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis pembunuh anak-anak," imbuh pernyataan itu.

Tonton juga video "Mojtaba Khamenei Sebut Iran Tak Ingin Perang, Tapi Ogah Tunduk!"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait