Otoritas Iran mengklaim bahwa prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, dihadiri oleh puluhan juta warga Iran dan para pengikut dari seluruh dunia.
Teheranmengklaimnya sebagai pemakaman "terbesar dalam sejarah manusia".
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (10/7/2026):
- Heboh Trump Disambut Karpet Biru di Turki, Kok Bukan Merah?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disambut karpet biru saat mengunjungi Ankara, Turki, untuk menghadiri KTT NATO pada Selasa (7/7) kemarin. Penggunaan karpet biru tersebut, bukan karpet merah yang lazim digunakan untuk menyambut tamu penting, memicu perdebatan online.
Dalam momen tersebut, seperti dilansir Gulf News, Jumat (10/7/2026), Trump disambut langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan sebelum kedua pemimpin berjalan berdampingan di atas karpet berwarna biru atau toska selama seremoni penyambutan resmi digelar di kompleks kepresidenan Turki.
Penggunaan karpet biru tergolong tidak biasa, dengan penyambutan tradisional untuk tamu penting, terutama kepala negara dan pejabat tinggi yang berkunjung ke negara lain, biasanya menggunakan karpet merah.
- Intelijen Israel Dapat Info soal Rencana Iran Bunuh Trump
Israel memberikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat pekan ini tentang rencana baru dan "spesifik" Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump.
Media-media AS melaporkan hal itu pada hari Kamis (9/7) waktu setempat, di tengah meningkatnya serangan AS dan Iran, yang menambah kekhawatiran akan kembalinya perang habis-habisan.
"Washington telah memantau "serangkaian laporan intelijen" tentang kemungkinan rencana untuk membunuh Trump, tetapi peringatan dari Israel itu baru dan menyangkut rencana spesifik," lapor CNN, mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/7/2026).
- Iran Klaim 43 Juta Orang Hadiri Pemakaman Khamenei
Otoritas Iran mengklaim bahwa prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, dihadiri oleh puluhan juta warga Iran dan para pengikut dari seluruh dunia. Teheran mengklaimnya sebagai pemakaman "terbesar dalam sejarah manusia".
(ita/ita)