Pemerintah Qatar memanggil Wakil Duta Besar (Dubes) Iran, Mohsen Mohammad Qanei, pada Selasa (7/7) waktu setempat, untuk memprotes serangan Teheran terhadap sebuah kapal tanker milik Qatar di dekat jalur perairan strategis Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (8/7/2026), mengatakan bahwa Direktur Departemen Protokol pada kementeriannya, Ibrahim bin Yousuf Fakhro, telah menyerahkan nota protes resmi kepada Qanei.
Nota protes dari Qatar untuk Iran itu berisi "penolakan tegas terhadap serangan tersebut".
Nota protes tersebut, sebut Kementerian Luar Negeri Qatar, juga mendesak Teheran untuk "segera menghentikan segala tindakan yang mengancam keamanan kawasan dan menahan diri agar tidak membahayakan pasokan energi global".
Otoritas Doha juga menegaskan haknya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi kepentingan dan aset nasionalnya.
Qatar, sebut Kementerian Luar Negeri, juga mendesak Iran untuk "memberikan penjelasan mendesak terkait insiden tersebut" dan "mengambil langkah-langkah segera untuk mencegah terulangnya kejadian serupa".
Dalam tanggapannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menolak tuduhan Qatar dan menegaskan bahwa Teheran tetap berkomitmen untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
"Kapal-kapal yang menggunakan rute tanpa koordinasi dengan otoritas Iran, telah mengekspose diri mereka pada risiko dan mengganggu upaya Republik Islam Iran untuk memfasilitasi lalu lintas yang aman di Selat Hormuz," tegas Baghaei dalam pernyataannya.
(nvc/ita)