Jerman Tegaskan Iran Harus Biayai Pembersihan Ranjau Selat Hormuz

Jerman Tegaskan Iran Harus Biayai Pembersihan Ranjau Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2026 18:19 WIB
Menlu Jerman Johann Wadephul (dok. REUTERS/Abdul Saboor/File Photo)
Menlu Jerman Johann Wadephul (dok. REUTERS/Abdul Saboor/File Photo)
Berlin -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman, Johann Wadephul, menegaskan bahwa Iran harus menanggung setiap biaya operasional untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz, jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global yang terdampak perang antara Teheran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Penegasan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (7/7/2026), disampaikan Wadephul dalam wawancara dengan surat kabar Handelsblatt setelah ditanya apakah negara-negara Eropa mungkin akan menawarkan insentif finansial kepada Iran demi mendapatkan persetujuan untuk misi pembersihan ranjau.

"Kami sama sekali tidak perlu menawarkan apa pun kepada Teheran; justru sebaliknya: Iran telah menempatkan ranjau secara ilegal di jalur pelayaran internasional," kata Wadephul dalam wawancara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika kami membersihkannya bersama mitra-mitra Eropa lainnya, kami tidak berniat memungut biaya untuk tindakan tersebut pada tahap ini," ucapnya.

"Namun, pada prinsipnya, hal itu dapat dibenarkan dan Iran-lah yang seharusnya menanggung biayanya, karena kami melakukan perbaikan atas kerusakan yang disebabkan oleh rezim tersebut," ujar Wadephul.

Lebih lanjut, Wadephul mengatakan bahwa Jerman tetap terbuka untuk berkontribusi pada misi internasional guna memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun dia juga menekankan bahwa pengerahan pasukan Jerman harus didasarkan pada kerangka hukum dan politik yang jelas.

"Itu akan terlihat jelas pada musim panas ini, apakah ada peran yang layak dan masuk akal bagi Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman-red) dalam operasi pembersihan ranjau. Syarat utamanya adalah situasi keamanan yang memadai," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa operasi semacam itu memerlukan persetujuan dari negara-negara pesisir, khususnya Oman dan Iran, serta sangat bergantung pada perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.

Bulan lalu, Jerman mengirimkan kapal penyapu ranjau Fulda dan kapal logistik Mosel dari Mediterania bagian timur menuju kawasan tersebut sebagai langkah persiapan. Kapal-kapal itu melintasi Terusan Suez pada pertengahan Juni dan saat ini sedang berlabuh di Djibouti untuk pengisian ulang logistik.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan pekan lalu bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk menarik kembali dua kapal Angkatan Laut Jerman.

Iran telah berulang kali menolak keterlibatan pihak asing dalam pengamanan Selat Hormuz, dan menegaskan bahwa tanggung jawab atas jalur perairan vital itu sepenuhnya berada di tangan-tangan negara pesisir yang menjadi lokasi selat tersebut.

Teheran juga memperingatkan kekuatan dari luar kawasan agar tidak mengerahkan kekuatan militer di jalur perairan tersebut.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait