China telah membebaskan pendiri gereja bawah tanah, Ezra Jin, yang telah ditahan sejak Oktober 2025. Ezra ditahan karena dugaan penggunaan jaringan informasi ilegal.
Dilansir AFP, Minggu (5/7/2025), pembebasan terhadap Ezra Jin ini telah dikonfirmasi oleh keluarganya. Ezra Jin adalah pendiri Gereja Zion, salah satu gereja tidak terdaftar di China yang dipilih oleh sebagian umat Kristen untuk beribadah sebagai pengganti gereja-gereja yang disetujui negara dan diatur oleh pemerintah.
Jin, yang juga dikenal dengan nama Tionghoa-nya Mingri, ditahan bersama anggota gereja lainnya pada 10 Oktober 2025 atas 'kecurigaan penggunaan jaringan informasi ilegal'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden AS Donald Trump mengangkat kasusnya ketika dia bertemu Presiden China Xi Jinping pada bulan Mei lalu. Trump mengatakan bahwa Presiden China akan 'mempertimbangkan dengan serius' untuk membebaskannya.
Pada hari Sabtu (4/7), kelompok hak asasi manusia ChinaAid mengatakan bahwa Jin telah tiba di Los Angeles setelah dibebaskan dari penahanan di China.
Pendeta tersebut diberitahu oleh pejabat China bahwa pembebasannya merupakan hasil dari diskusi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, dan disajikan sebagai isyarat niat baik yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Amerika.
"Kami bersyukur kepada Tuhan atas mukjizat yang luar biasa ini," kata putri Jin, Grace, dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada AFP.
"Kami berharap ini menjadi sinyal perubahan positif bagi umat beriman di Tiongkok dan hubungan antara kedua negara kita," ujarnya.
Pernyataan Grace juga mengucapkan terima kasih kepada Trump dan pemerintahannya 'atas kepemimpinan mereka yang luar biasa'. Partai Komunis yang berkuasa di Tiongkok secara historis memandang agama terorganisir dengan curiga. Di bawah kepemimpinan Xi Jinping pengawasan terhadap kelompok-kelompok tidak resmi diperketat.
Pihak berwenang telah menindak gereja-gereja yang tidak terdaftar dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Juni, kebaktian Gereja Early Rain Covenant di provinsi Sichuan barat daya digerebek, dan dua pemimpinnya ditahan.
Hal itu menyusul penahanan beberapa anggota terkemuka Early Rain lainnya pada bulan Januari. Pada minggu yang sama, gereja Yayang di provinsi Zhejiang timur dipasangi perancah dan salibnya dilepas, seperti yang dilihat oleh wartawan AFP.
Delapan anggota Gereja Zion yang ditahan pada bulan Oktober masih ditahan, menurut gereja tersebut.
Lihat juga Video: Trump Ancam Kekacauan Terjadi di Gaza Jika Hamas Tak Bebaskan Sandera











































