Horor Bocah Tabrak Rombongan Biksu Thailand, Korban Jiwa Jadi 10

Horor Bocah Tabrak Rombongan Biksu Thailand, Korban Jiwa Jadi 10

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 03 Jul 2026 14:44 WIB
Ilustrasi Kecelakaan (Foto: detikcom/Thinkstock/assistantua)
Ilustrasi Kecelakaan (Foto: detikcom/Thinkstock/assistantua)
Jakarta -

Jumlah biksu yang tewas telah bertambah menjadi 10 orang setelah bocah berusia 11 tahun menabrakkan truk pikap ke arah iring-iringan prosesi Buddha di Thailand.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/7/2026), sepuluh orang lainnya terluka dan masih dirawat di rumah sakit setelah insiden tragis pada hari Kamis (2/7) itu. Dua orang di antaranya dalam kondisi kritis, menurut data terbaru dari Rumah Sakit Mukdahan, di timur laut Thailand.

Saat kejadian, sebanyak 35 biksu dan lima pengikut sedang berjalan di sepanjang jalan di provinsi Mukdahan, ketika sebuah truk tiba-tiba menabrak mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi mengatakan truk itu dikemudikan oleh seorang bocah berusia 11 tahun yang mengambil kendaraan orang tuanya tanpa izin. Lima biksu meninggal di tempat kejadian, dan lima lainnya meninggal kemudian di rumah sakit.

Prayut Ruanthongkam, kepala Kepolisian Kota Mukdahan, mengatakan kepada AFP pada hari, Jumat (3/7) bahwa pelaku, seorang bocah laki-laki, tidak dapat memberikan pernyataan kepada polisi.

Polisi mengatakan bocah tersebut membawa truk pikap orang tuanya tanpa izin, sebelum kehilangan kendali kendaraan dan menabrak para biksu. Ia telah dirujuk ke otoritas kesejahteraan anak untuk penilaian, didampingi oleh ibunya.

Di Thailand, anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak memiliki tanggung jawab pidana. Polisi juga mengambil keterangan saksi dari para biksu yang selamat sebagai bagian dari penyelidikan, kata Prayut.

Para biksu Buddha sangat dihormati di Thailand, dipercayakan untuk melestarikan dan meneruskan ajaran Buddha. Mereka sering mengadakan prosesi publik dan banyak terlihat menerima sedekah dari warga Thailand.

Gubernur provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, mengatakan kasus ini harus menjadi peringatan tentang keselamatan jalan raya.

"Kami telah sangat ketat dalam hal keselamatan jalan raya dalam beberapa tahun terakhir. Kasus ini harus menjadi pelajaran bukan hanya untuk provinsi kami, tetapi untuk masyarakat umum dalam hal mencegah kecelakaan lalu lintas," katanya.

"Saya pikir semua yang terlibat, terutama orang tua, perlu membantu, karena tidak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi," imbuhnya.

Lihat juga Video 'Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Korban Bergeletakan':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini