Pria Nekat Bakar Diri di Depan Markas Besar PBB New York

Pria Nekat Bakar Diri di Depan Markas Besar PBB New York

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Jul 2026 10:13 WIB
Markas PBB di New York, AS (dok. REUTERS/Carlo Allegri/File Photo)
Markas PBB di New York, AS (dok. REUTERS/Carlo Allegri/File Photo)
New York -

Seorang pria nekat membakar dirinya sendiri di luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (2/7) malam waktu setempat. Pria yang diduga demonstran itu dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Laporan media lokal dan video yang diunggah ke media sosial, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (3/7/2026), menyebutkan bahwa demonstran tersebut sempat meletakkan sebuah bendera terkait pemerintahan Tibet dalam pengasingan, sebelum melakukan aksi bakar diri.

Insiden mengerikan ini terjadi pada Kamis (2/7) malam, sekitar pukul 19.00 waktu setempat, di trotoar dekat kompleks markas besar PBB, atau di dekat ruas jalanan East 43rd Street dan First Avenue di New York.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi nekat itu terlihat dalam rekaman CCTV di markas PBB, yang menunjukkan pria itu meletakkan bendera sebelum membakar dirinya sendiri.

Pria yang tidak disebut identitasnya itu telah dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis.

Lembaran kertas yang ditemukan di lokasi kejadian dilaporkan memuat pesan berbunyi: "China keluar dari Tibet."

Kepolisian New York telah meluncurkan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

China diketahui mengambil alih kendali atas Tibet pada tahun 1951 silam, dan menyebut langkah tersebut sebagai "pembebasan secara damai".

Bendera yang dibawa oleh pria yang nekat membakar dirinya sendiri itu, dikaitkan dengan pemberontakan yang gagal melawan kekuasaan China pada tahun 1959. Setelah peristiwa tersebut, parlemen dan pemerintahan Tibet dalam pengasingan dibentuk di wilayah India bagian utara.

Beijing tidak mengakui pemerintahan Tibet dalam pengasingan tersebut, dengan menegaskan bahwa Tibet telah menjadi bagian dari China sejak abad ke-13. Namun, Dalai Lama berpendirian bahwa Tibet merupakan negara merdeka pada saat Tentara Pembebasan Rakyat, atau militer China, memasuki wilayah tersebut.

Lihat juga Video 'Pria Bakar Diri di Depan Pengadilan saat Sidang Kasus Suap Trump Digelar':

Halaman 2 dari 2
(nvc/whn)


Berita Terkait