Ledakan Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas

Ledakan Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Jul 2026 09:38 WIB
Petugas darurat menyisir area kafe yang diguncang ledakan mematikan di Damaskus, Suriah, pada Kamis (2/7) (Reuters)
Petugas darurat menyisir area kafe yang diguncang ledakan mematikan di Damaskus, Suriah, pada Kamis (2/7) (Reuters)
Damaskus -

Sebuah ledakan mematikan mengguncang sebuah kafe di pusat kota Damaskus, ibu kota Suriah, pada Kamis (2/7) waktu setempat. Sedikitnya 9 orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Kementerian Kesehatan Suriah menuturkan kepada Alikhbariah TV, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Jumat (3/7/2026), bahwa selain menewaskan sedikitnya sembilan orang, sebanyak 20 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan orang-orang yang terluka dan darah berceceran di lantai kafe, yang diduga merupakan lokasi yang dilanda ledakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur departemen ambulans pada Kementerian Kesehatan Suriah, Ahmed Bakour, mengatakan bahwa seluruh korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit yang ada di ibu kota Suriah.

ADVERTISEMENT

Ledakan tersebut dilaporkan mengguncang saat kafe sedang ramai pengunjung.

Laporan koresponden Alikhbariah TV menyebutkan bahwa ledakan tersebut diduga disebabkan oleh bahan peledak yang dipasang di dalam kafe yang terletak di Jalan Al-Nasr, dekat Gedung Kehakiman di pusat kota Damaskus.

Gubernur Damaskus, Maher Idlibi, mengatakan secara terpisah bahwa ledakan tersebut dipicu oleh sebuah bom rakitan sederhana.

Sejauh ini belum ada kelompok atau pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Penyelidikan secara menyeluruh oleh otoritas Suriah sedang berlangsung.

Ledakan ini memberikan tantangan keamanan baru bagi pemerintahan Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa, yang mengambil alih kekuasaan setelah menggulingkan mantan Presiden Bashar al-Assad pada akhir tahun 2024. Lengsernya Assad secara efektif mengakhiri perang sipil yang berlangsung selama lebih dari 14 tahun di Suriah.

Sejak Al-Sharaa memimpin, Suriah mengalami rentetan insiden keamanan, termasuk serangan bom mobil yang menewaskan seorang tentara Suriah dan melukai sedikitnya 18 orang di luar gedung Kementerian Pertahanan pada Mei lalu.

Meskipun sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan pada Kamis (3/7), Islamic State (ISIS) diketahui berupaya memanfaatkan kekosongan keamanan akibat lengsernya Assad dengan mengaktifkan kembali sel-sel tidur mereka, merekrut petempur, dan memindahkan persenjataan di tengah upaya pemerintah baru untuk memperluas otoritasnya ke seluruh wilayah Suriah.

Simak juga Video 'Rudal Israel ke Lebanon-Suriah Ancam Turki, Erdogan: Tak Bisa Dibiarkan':

Halaman 2 dari 2
(nvc/whn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini