Dikira Ada Pembajakan, Israel Kerahkan Jet Tempur Tapi Ternyata Keliru!

Dikira Ada Pembajakan, Israel Kerahkan Jet Tempur Tapi Ternyata Keliru!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 01 Jul 2026 10:53 WIB
Ilustrasi jet tempur Israel (dok. Reuters)
Ilustrasi jet tempur Israel (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Militer Israel mengerahkan dua jet tempurnya setelah muncul laporan sebuah pesawat penumpang dibajak saat mengudara di atas Laut Mediterania. Namun ternyata, kode pembajakan itu telah dikirimkan secara tidak sengaja oleh pilot pesawat tersebut.

Insiden tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (1/7/2026), terjadi pada Selasa (30/6) waktu setempat, dengan melibatkan sebuah pesawat penumpang jenis Airbus A320 yang dimiliki oleh maskapai Polandia, LOT Polish Airlines, namun dioperasikan oleh perusahaan Bulgaria, Electra Airways.

LOT Polish Airlines, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa pesawat penumpang tersebut sedang mengudara dari Warsawa, ibu kota Polandia, menuju ke Tel Aviv, ibu kota Israel, ketika "para awak pesawat melaporkan situasi darurat".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan ini dibatalkan dalam komunikasi lanjutan dengan pengendali lalu lintas udara," kata juru bicara LOT Polish Airlines, Krzysztof Moczulski, kepada AFP.

Kementerian Pertahanan Bulgaria, dalam pernyataan terpisah, mengatakan bahwa pesawat penumpang tersebut telah mengirimkan kode transponder 7500, yang merupakan sinyal darurat untuk menandakan adanya gangguan ilegal atau pembajakan.

Menurut Kementerian Pertahanan Bulgaria, pesawat yang terbang ke Tel Aviv tersebut kemudian dialihkan rutenya ke Bulgaria atas permintaan operator, dan di sana, pesawat itu "dicegat dan dikawal" oleh jet-jet tempur Bulgaria.

Militer Bulgaria mengerahkan sebuah jet tempur MiG-29 untuk mencegat pesawat penumpang itu dan mengawalnya saat melintasi wilayah udara Bulgaria.

Dalam pernyataan lanjutan, Kementerian Pertahanan Bulgaria mengumumkan bahwa sinyal darurat tersebut dikirimkan karena kesalahan teknis. Seorang pejabat bandara setempat, yang tidak disebut namanya, mengatakan kepada AFP bahwa Electra Airways mengaitkan insiden tersebut dengan kesalahan pilot.

"Penyebab pengalihan rute adalah kesalahan teknis pada transponder pesawat, yang mengirimkan sinyal keliru mengenai adanya gangguan ilegal atau pembajakan," kata Kementerian Pertahanan Bulgaria dalam pernyataannya.

"Setelah dikonfirmasi, tidak ada ancaman nyata di dalam pesawat, pesawat tersebut meninggalkan wilayah udara negara tersebut melalui Turki," demikian pernyataan tersebut.

Militer Israel, dalam pernyataannya, mengumumkan bahwa "dua jet tempur Angkatan Udara Israel dikerahkan menuju ke pesawat sipil di atas Laut Tengah menyusul laporan hilangnya komunikasi dengan pesawat tersebut".

"Tidak ada kekhawatiran mengenai insiden keamanan," imbuh pernyataan tersebut.

Tonton juga video "Israel Klaim Hancurkan Terowongan Hizbullah di Lebanon"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait