Presiden Jerman Serukan Reformasi PBB!

Presiden Jerman Serukan Reformasi PBB!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Jun 2026 17:56 WIB
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (dok. via REUTERS/Ezra Acayan)
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (dok. via REUTERS/Ezra Acayan)
Berlin -

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memperingatkan bahwa tatanan global berbasis aturan sedang terancam. Steinmeier menyerukan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang lebih kuat.

Seruan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (30/6/2026), disampaikan Steinmeier saat berpidato dalam pembukaan Konferensi Keberlanjutan Hamburg.

Dalam pidatonya, dia memperingatkan bahwa tatanan internasional yang berbasis aturan sedang menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Steinmeier kemudian menyerukan komitmen global baru untuk kerja sama dan reformasi PBB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Steinmeier juga mengatakan bahwa dunia sedang memasuki masa di mana norma-norma internasional yang telah berlaku sejak lama, kini semakin terancam.

"Kita hidup di masa ketika aturan internasional yang telah menjadi pedoman kita selama beberapa dekade sedang terancam, ketika sejumlah negara kuat tidak lagi mengakui aturan-aturan tersebut, dan secara terang-terangan melanggarnya ketika aturan itu menghalangi kepentingan kekuasaan mereka sendiri," kata Steinmeier dalam pidatonya, sebagaimana dilaporkan harian Suddeutsche Zeitung.

Steinmeier mengatakan bahwa politik global kini semakin dibentuk oleh "politik kekuasaan mentah, pola pikir zero-sum, dan konfrontasi", menggantikan apa yang dia gambarkan sebagai fondasi sistem internasional yang kooperatif.

"Semangat kebrutalan dan kekejaman sedang melanda kancah politik internasional," ujarnya.

Terlepas dari perkembangan situasi tersebut, Steinmeier menekankan bahwa meninggalkan kerja sama multilateral merupakan langka yang keliru.

"Menarik diri dari Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan tindakan yang berpandangan pendek dan fatal," ucapnya.

"Kendati demikian, PBB harus berbenah, harus menjadi lebih efisien dan efektif, harus membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan capaian yang lebih baik dibandingkan para pemimpin otoriter yang terobsesi dengan fantasi kekuasaan mutlak," cetus Steinmeier.

Simpan juga Video Sekjen PBB: Masih Awal, Tapi 2026 Kelihatannya Penuh Kejutan-Kekacauan

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait