Dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Venezuela pekan lalu, dilaporkan telah merusak atau menghancurkan lebih dari 58.000 bangunan di berbagai wilayah terdampak.
Otoritas Caracas melaporkan sedikitnya 1.700 orang tewas dan ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat dua gempa berurutan -- berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 -- yang juga disebut sebagai gempa kembar, yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) lalu.
Gempa ini tercatat sebagai gempa terkuat yang pernah mengguncang Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian awal terhadap data satelit yang dipublikasikan oleh badan antariksa Amerika Serikat (AS), atau NASA, seperti dilansir AFP, Selasa (30/6/2026), menunjukkan skala besar kehancuran di area-area terdampak gempa di Venezuela.
"Sekitar 58.870 bangunan kemungkinan rusak atau hancur di wilayah terdampak," kata peneliti Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Oregon State University.
Scher dan Van Den Hoek merujuk pada data dari Sentinel-1, satelit pencitraan radar beresolusi tinggi milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Penilaian awal itu dilakukan terhadap data radar satelit yang dikumpulkan pada 25 Juni, atau sehari setelah gempa terjadi.
"Ini merupakan penilaian awal secara cepat. Data ini mencerminkan perubahan permukaan secara mendadak yang mengindikasikan adanya kerusakan," kata kedua peneliti tersebut dalam laporan mereka.
Disebutkan juga bahwa angka tersebut hanya boleh dianggap sebagai indikator dan belum diverifikasi secara langsung di lapangan.
Ketua Majelis Nasional atau parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, melaporkan pada Senin (29/6) bahwa sebanyak 855 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa, dengan sekitar 189 bangunan di antaranya "roboh total".
Terlepas dari itu, NASA menyatakan bahwa satelit-satelit mereka "memberikan dukungan krusial dengan mengambil citra dan data untuk membantu tim di lapangan dalam menilai dampak serta memandu upaya penanganan".
Tonton juga video "Masih Ada yang Selamat Usai 5 Hari Tertimbun Reruntuhan di Venezuela"











































