Pakistan kembali melancarkan serangkaian serangan udara terhadap wilayah Afghanistan bagian timur, yang diklaim menargetkan para militan yang bertanggung jawab atas serangan akhir pekan di Karachi.
Otoritas Afghanistan, yang dikuasai kelompok Taliban, mengumumkan bahwa serangan terbaru Islamabad itu telah memakan puluhan korban tewas dari kalangan sipil dan melukai lebih dari 100 orang lainnya.
Serangan ini menjadi eskalasi kekerasan terbaru antara kedua negara yang saling bertetangga ini, yang telah bersitegang sejak tahun 2021, ketika Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul. Pada Februari lalu, konflik bersenjata berdarah antara kedua negara berlangsung selama beberapa pekan.
Wakil juru bicara pemerintah Taliban, Hamdullah Fitrat, seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2026), mengatakan bahwa rentetan serangan militer Pakistan menghantam tiga provinsi di wilayah Afghanistan bagian timur.
"Serangan-serangan yang dilancarkan tadi malam menyebabkan martirnya 36 warga sipil, termasuk para perempuan dan anak-anak, sementara 163 orang lainnya mengalami luka-luka," kata Fitrat dalam pernyataan via media sosial X pada Senin (29/6).
"Ketika warga setempat berkumpul untuk melakukan upaya-upaya penyelamatan, area tersebut dibom untuk kedua kalinya," sebutnya, merujuk pada Provinsi Paktia yang menjadi salah satu provinsi yang dilanda serangan Pakistan.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengatakan bahwa serangan tersebut ditargetkan terhadap kelompok militan, yang dituduhnya bertanggung jawab atas serangan mematikan di Karachi pada akhir pekan. Kabul telah berulang kali membantah bahwa wilayah mereka menjadi tempat persembunyian militan.
(nvc/dhn)