Data Ngeri Korban Jiwa Imbas Gempa Kembar Venezuela

Data Ngeri Korban Jiwa Imbas Gempa Kembar Venezuela

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Jun 2026 07:53 WIB
Evakuasi korban di reruntuhan bangunan usai gempa di Venezuela.
Foto: Evakuasi korban di reruntuhan bangunan usai gempa di Venezuela. (Getty Images)
Jakarta -

Korban jiwa akibat gempa kembar dengan kekuatan dahsyat yang mengguncang Venezuela dilaporkan terus bertambah. Kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan.

Dirangkum detikcom, Sabtu (27/6/2026), gempa kembar Venezuela terjadi pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan magnitudo (M) 7,2 dan gempa kedua guncangannya lebih kuat, yaitu M 7,5.

Dua gempa, yang oleh Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS disebut sebagai fenomena gempa bumi "doublet" atau gempa kembar ini, menyebabkan banyak bangunan runtuh, merusak bandara utama Venezuela, dan memicu kekhawatiran akan jatuhnya banyak korban jiwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar dua hari usai gempa melanda, seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (27/6), warga Venezuela mulai dilanda frustrasi karena lambannya bantuan di beberapa area yang terdampak paling parah, termasuk negara bagian La Guaria.

Di wilayah itu, warga dan relawan setempat terpaksa membongkar puing bangunan dengan tangan kosong karena minimnya alat berat dan tidak adanya kehadiran pejabat resmi.

Pemerintah Venezuela mengumumkan bahwa sedikitnya 1.430 orang tewas akibat gempar kembar tersebut. Kemudian sebanyak 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah Caracas menyebut sebanyak 172 orang diyakini masih terjebak reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa. Lebih dari 50.000 orang lainnya dilaporkan masih hilang usai gempa menggucang.

Hampir 20 Korban Tewas Berstatus WNA

Terdapat belasan warga negara asing (WNA) di antara korban tewas akibat gempa Venezuela. Laporan AFP menyebut setidaknya 19 warga negara asing dikonfirmasi tewas di Venezuela akibat gempa dahsyat tersebut.

Warga negara asing yang tewas itu, berdasarkan data AFP, terdiri sembilan warga Portugal, lima warga Spanyol, dua warga Brasil, dua warga China, dan satu warga Italia-Venezuela.

Berdasarkan keterangan pemerintah Portugal dan Spanyol, sebanyak 56 warga Portugal dan 133 warga Spanyol lainnya belum diketahui keberadaannya usai gempa mengguncang Venezuela.

Ada 300 Gempa Susulan

Otoritas Venezuela melaporkan bahwa sedikitnya 300 gempa susulan tercatat melanda negara tersebut, setelah gempa kembar dahsyat mengguncang.

"Sejak pukul 18.03 waktu setempat pada tanggal 24 Juni hingga saat ini, kami telah mencatat total 302 peristiwa seismik. Selain dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 tersebut, terdapat 300 peristiwa seismik lainnya, yang merupakan gempa susulan," ujar ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pidato yang disiarkan saluran televisi pemerintah, VTV, seperti dilansir RIA Novosti, Sabtu (27/6).

Gempa susulan itu, sebut Rodriguez, terjadi di sepanjang tiga patahan geologis utama yang melintasi wilayah Venezuela.

Gempa susulan terbaru, yang tercatat berkekuatan Magnitudo 4,9, menurut laporan Reuters, dirasakan oleh warga Venezuela pada Jumat (26/6) sore. Gempa susulan ini sebagian besar dirasakan di area Caracas dan kota Maracay.

Tidak diketahui apakah ada korban terbaru akibat gempa susulan tersebut.

50 Ribu Orang Masih Hilang

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, melaporkan puluhan ribu orang masih hilang setelah gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela. Ia memperingatkan jumlah korban tewas kemungkinan akan "meningkat secara signifikan".

"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks," kata Tom Fletcher dilansir AFP, Sabtu (27/6).

"Kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang, lebih dari 500 orang tewas, jadi pekerjaan besar untuk menyisir puing-puing," lanjut dia.

Komentarnya muncul setelah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan jumlah korban tewas resmi akibat gempa bumi meningkat lebih dari dua kali lipat pada hari Jumat menjadi 589, saat tim penyelamat berpacu untuk menemukan korban selamat di bawah reruntuhan bangunan.

Fletcher mengatakan bahwa badan kemanusiaan PBB OCHA, yang dipimpinnya, belum memiliki perkiraan seberapa tinggi jumlah korban jiwa yang kemungkinan akan terjadi.

Namun, katanya, "50.000 orang hilang".

"Tugas kami adalah menemukan sebanyak mungkin dari mereka, dan menjaga agar jumlah korban jiwa tetap serendah mungkin, tetapi jelas jumlahnya akan meningkat secara signifikan."

Simak juga Video: Sejarah Ungkap Kenapa Venezuela Bisa Dihantam Gempa Kembar

Halaman 3 dari 4
(amw/amw)


Berita Terkait