5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB
Jet tempur AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln saat perang melawan Iran berkecamuk (dok. via REUTERS/US Navy)
Jet tempur AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln saat perang melawan Iran berkecamuk (dok. via REUTERS/US Navy)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer, yang mengancam kesepakatan damai awal antara kedua negara. Seorang anggota parlemen senior Iran memperingatkan AS bahwa serangan terbaru terhadap Teheran akan berujung "penyesalan".

Serangan terbaru AS terhadap Iran itu dilancarkan setelah Washington, pada Jumat (26/6), menuduh Teheran melanggar gencatan senjata dengan menyerang sebuah kapal kargo di Selat Hormuz.

Sementara itu, Ibrahim Azizi, yang menjabat Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri pada parlemen Iran, balik menuduh Washington telah melanggar prinsip-prinsip negosiasi dengan menyerang Iran. Azizi juga menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai presiden "gagal".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (27/6/2026):

- AS-Iran Kembali Saling Serang, Kesepakatan Damai Terancam

Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer. Washington, pada Jumat (26/6), menuduh Teheran telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang sebuah kapal kargo di Selat Hormuz.

Situasi terbaru ini mengancam kesepakatan damai awal, yang mengatur gencatan senjata di kawasan Timur Tengah sembari negosiasi lanjutan dilakukan untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Komando Pusat AS (CENTCOM), seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), mengatakan bahwa serangan AS merupakan respons terhadap "agresi yang tidak beralasan oleh pasukan Iran terhadap pelayaran komersial" yang "secara jelas melanggar gencatan senjata".

- Update Korban Gempa Kembar Venezuela: 920 Orang Tewas, 3.360 Lainnya Luka

Otoritas Venezuela mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang negara itu kembali bertambah menjadi sedikitnya 920 orang. Lebih dari 3.000 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan lebih dari 170 orang diyakini masih terjebak reruntuhan.

Dua gempa bumi dahsyat secara berurutan, berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah Venezuela, tepatnya di area dekat pesisir Karibia, pada Rabu (24/6) waktu setempat.

Dua gempa, yang oleh Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS disebut sebagai fenomena gempa bumi "doublet" atau gempa kembar ini, menyebabkan banyak bangunan runtuh, merusak bandara utama Venezuela, dan memicu kekhawatiran akan jatuhnya banyak korban jiwa.

- AS Menyerang, Iran Bilang Jangan Menyesal

Seorang anggota parlemen senior Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa serangan terbaru terhadap Teheran, saat berlangsungnya negosiasi lanjutan untuk mengakhiri konflik, akan berujung "kemunduran" dan "penyesalan". Washington dituduh telah melanggar prinsip-prinsip negosiasi dengan menyerang Iran.

Ibrahim Azizi, yang menjabat Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri pada parlemen Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (27/6/2026), menyebut serangan terbaru AS terhadap Iran telah menyingkap kurangnya komitmen Washington terhadap diplomasi dan kesepakatan gencatan senjata.

Peringatan Azizi ini disampaikan setelah Iran dan AS kembali saling melancarkan serangan pada akhir pekan, dengan Washington menuduh Teheran telah melanggar gencatan senjata karena menyerang kapal kargo di Selat Hormuz.

- AS Peringatkan Iran: Kekerasan akan Dibalas Kekerasan!

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance melontarkan peringatan keras untuk Iran, saat kedua negara kembali saling serang pada akhir pekan. Vance secara terbuka memperingatkan bahwa Teheran akan menghadapi "kekerasan" jika melancarkan serangan lebih lanjut.

"Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah mematuhinya. Jika mereka memiliki perbedaan pendapat mengenai penerapan MoU (nota kesepahaman) tersebut, mereka bisa menghubungi kami," ucap Vance dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026).

Wapres AS itu merujuk pada MoU untuk menghentikan perang yang berkecamuk selama empat bulan terakhir, yang telah diteken oleh AS-Iran pada 17 Juni lalu.

- Hizbullah Tuntut Israel Mundur dari Lebanon, Netanyahu Ngotot Bilang Gini

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersikeras menegaskan bahwa pasukan militer Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon bagian selatan, sampai kelompok Hizbullah melucuti senjatanya.

Penegasan itu disampaikan setelah pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menuntut pasukan Israel untuk mundur "tanpa syarat" dari Lebanon.

Netanyahu, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), bersikeras menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon bagian selatan.

Tonton juga video "Donald Trump Kecam Serangan Drone Iran di Selat Hormuz"

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait