Seorang pilot jet tempur F-15 Amerika Serikat (AS), yang diselamatkan setelah ditembak jatuh di Iran pada April 2026 lalu, memberi keterangan mengejutkan terkait drone Iran. Ia sempat melihat drone Iran membentuk formasi seperti ubur-ubur.
Dirangkum detikcom, Kamis (25/6/2026), pilot tersebut melihat formasi ubur-ubur sesaat sebelum melontarkan diri keluar dari jet tempurnya. Formasi tersebut masih menjadi misteri, lantaran, penuturan pilot jet tempur F-15 tersebut, seperti dilansir CNN, diungkapkan oleh empat sumber yang mengetahui masalah tersebut, dan belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Keterangan tersebut disampaikan kepada para pejabat intelijen AS saat briefing setelah insiden itu terjadi. Hal tersebut segera memicu perdebatan sengit dalam komunitas intelijen AS, yang hingga kini belum terselesaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pilot tersebut benar-benar melihat apa yang digambarkannya -- formasi drone yang bergerak serempak di udara -- maka itu akan menjadi kemajuan besar dalam kemampuan drone Iran.
"Beberapa drone saling terhubung dan bergerak serempak dengan drone-drone yang lebih kecil di bawah drone-drone yang lebih besar seperti kaki," demikian kesaksian pilot jet tempur F-15 itu, seperti dikutip salah satu sumber yang berbicara kepada CNN.
"Benar-benar seperti alien," imbuh pilot AS tersebut.
Seorang sumber lainnya mengatakan kepada CNN, bahwa pilot tersebut menyebut dirinya menyaksikan "ladang ranjau drone" di udara.
Penyebab pasti jatuhnya F-15 milik AS di wilayah Iran itu masih diselidiki. Namun, menurut dua sumber yang dikutip CNN, laporan awal menunjukkan bahwa formasi drone tersebut diduga telah memungkinkan Iran untuk menembak jatuh jet tempur AS tersebut.
Insiden itu menandai pertama kalinya jet tempur AS jatuh di wilayah Iran selama konflik berkecamuk. Terdapat dua awak di dalam F-15 yang jatuh itu, yakni seorang pilot dan seorang petugas sistem senjata. Keduanya berhasil diselamatkan dalam operasi pasukan khusus AS di Iran.
Tidak diketahui jelas apakah petugas sistem senjata F-15 itu juga melihat formasi drone tersebut.
Ucapan Pilot Diragukan Gegara Gegar Otak
Beberapa pejabat intelijen Washington meragukan kesaksiannya, mengingat pilot tersebut mengalami gegar otak dan jet tempur yang dipilotinya sudah dua kali ditembak jatuh selama perang AS-Iran berkecamuk.
Para pejabat intelijen AS yang melakukan tanya-jawab dengan pilot F-15 itu, menurut salah satu sumber yang dikutip CNN, bahkan mengatakan sesuatu seperti: "Apakah Anda yakin Anda melihat apa yang Anda katakan telah Anda lihat?"
Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya F-15 milik AS di wilayah Iran itu pada April lalu masih diselidiki. Namun, menurut dua sumber yang dikutip CNN, laporan awal menunjukkan bahwa formasi drone tersebut diduga telah memungkinkan Iran untuk menembak jatuh jet tempur AS tersebut.
Saksikan Live DetikPagi:











































