5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 24 Jun 2026 17:25 WIB
Drone Iran (Foto: dok. Sergei Supinsky/AFP)
Drone Iran (Foto: dok. Sergei Supinsky/AFP)
Jakarta -

Seorang pilot jet tempur F-15 Amerika Serikat (AS), yang diselamatkan setelah ditembak jatuh di Iran pada April lalu, memberikan keterangan mengejutkan. Dia mengatakan telah melihat drone-drone Iran membentuk formasi menyerupai "ubur-ubur" sebelum dia melontarkan diri keluar dari jet tempur.

Penuturan pilot jet tempur F-15 tersebut, seperti dilansir CNN, Rabu (24/6/2026), diungkapkan oleh empat sumber yang mengetahui masalah tersebut, dan belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (24/6/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Sebut AS Naif, Israel Mungkin Bertindak Sendiri Melawan Iran

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyebut Amerika Serikat (AS) akan "sangat naif" jika mempercayai Iran akan meninggalkan program nuklirnya. Ben-Gvir kemudian mengisyaratkan bahwa Tel Aviv "mungkin akan bertindak sendiri" melawan Teheran.

"Amerika sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel," kata menteri garis keras Israel itu dalam wawancara dengan televisi Israel, Channel 7, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (24/6/2026).

"Menjadi tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya," tegasnya.

- AS Tegas-tegas Tolak Pungutan Tarif Iran Atas Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan menerima pungutan tarif Iran atas Selat Hormuz. Perselisihan mengenai jalur air vital tersebut, inspeksi nuklir, dan rudal telah menjadi sumber ketegangan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Washington dan Teheran telah menandatangani perjanjian pendahuluan untuk menghentikan konflik. Keduanya juga telah menyelesaikan putaran pertama pembicaraan di Swiss, membuka periode negosiasi 60 hari tentang pencabutan sanksi, program nuklir Iran, dan masa depan Selat Hormuz.

Blokade Iran atas selat penting tersebut selama perang dengan AS-Israel, telah menyebabkan harga minyak global melonjak. Namun, lalu lintas kapal mulai meningkat sejak kesepakatan damai AS-Iran ditandatangani.

- Pukulan Bagi Trump, Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran

Senat Amerika Serikat mengesahkan resolusi yang menyerukan diakhirinya perang Presiden Donald Trump terhadap Iran. Resolusi ini menjadi teguran baru kepada Gedung Putih saat mereka mencoba untuk menegosiasikan penyelesaian perang dengan Teheran.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/6/2026), rancangan undang-undang (RUU) yang disahkan DPR tersebut, disahkan oleh Senat dalam voting pada hari Selasa (23/6) waktu setempat dengan hasil 50 suara setuju dan 48 suara menolak. Resolusi ini mengarahkan Trump untuk menarik pasukan AS dari permusuhan dengan Iran, kecuali Kongres secara eksplisit mengizinkan tindakan militer.

Namun, resolusi ini sebagian besar bersifat simbolis karena tidak sampai ke meja Trump untuk ditandatangani, sehingga memiliki kekuatan hukum yang masih diperdebatkan.

- Denmark Mulai Kerahkan Wajib Militer ke Greenland yang Diincar Trump

Pemerintah Denmark mengumumkan akan mulai mengerahkan para wajib militer ke Greenland, wilayah otonomi Denmark yang diincar oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Wajib militer akan dikerahkan bersama tentara profesional dan akan berpartisipasi penuh dalam semua misi," kata Menteri Pertahanan Denmark Jeppe Bruus dalam tanggapannya terhadap pertanyaan parlemen, dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/6/2026).

Stasiun televisi Denmark, TV2 sebelumnya melaporkan bahwa militer sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan wajib militer ke Greenland, di mana militer telah memperkuat kehadiran mereka sebagai tanggapan terhadap tekanan dari Amerika Serikat.

- Pilot Jet Tempur AS Kaget Lihat Drone Iran Bikin Formasi 'Ubur-ubur'

Seorang pilot jet tempur F-15 Amerika Serikat (AS), yang diselamatkan setelah ditembak jatuh di Iran pada April lalu, memberikan keterangan mengejutkan. Dia mengatakan telah melihat drone-drone Iran membentuk formasi menyerupai "ubur-ubur" sebelum dia melontarkan diri keluar dari jet tempur.

Penuturan pilot jet tempur F-15 tersebut, seperti dilansir CNN, Rabu (24/6/2026), diungkapkan oleh empat sumber yang mengetahui masalah tersebut, dan belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Keterangan tersebut disampaikan kepada para pejabat intelijen AS saat briefing setelah insiden itu terjadi. Hal tersebut segera memicu perdebatan sengit dalam komunitas intelijen AS, yang hingga kini belum terselesaikan.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Roy Suryo Ditangkap hingga Iran-AS Damai

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait