Tentara Korut Membelot, Langsung Ditahan Militer Korsel

Tentara Korut Membelot, Langsung Ditahan Militer Korsel

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 24 Jun 2026 11:51 WIB
Pos perbatasan Korsel terlihat dari pagar militer yang dipenuhi pita harapan perdamaian dan reunifikasi di perbatasan Korsel-Korut (dok. AFP/JUNG YEON-JE)
Pos perbatasan Korsel terlihat dari pagar militer yang dipenuhi pita harapan perdamaian dan reunifikasi di perbatasan Korsel-Korut (dok. AFP/JUNG YEON-JE)
Seoul -

Korea Selatan (Korsel) menahan seorang tentara Korea Utara (Korut) yang nekat menerobos ke perbatasan yang dijaga ketat pekan ini. Aksi tentara Korut ini diyakini sebagai pembelotan.

"Militer mengamankan seorang tentara Korea Utara di perbatasan bagian tengah pada Selasa (23/6) malam, dan otoritas terkait saat ini sedang menyelidiki detailnya," kata Kepala Staf Gabungan Korsel dalam pernyataan kepada media, seperti dilaporkan Yonhap dan dilansir AFP, Rabu (24/6/2026).

Puluhan ribu warga Korut telah melarikan diri ke Korsel sejak Semenanjung Korea terbagi oleh perang yang berkecamuk pada tahun 1950-an silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar warga Korut itu nekat melintasi jalur darat ke negara tetangga China terlebih dahulu, kemudian memasuki negara ketiga seperti Thailand, sebelum akhirnya sampai ke wilayah Korsel.

Pembelotan melintas perbatasan darat yang membagi Semenanjung Korea relatif jarang terjadi, karena sebagian besar area tersebut merupakan hutan lebat dan dipenuhi ranjau darat, serta dipantau ketat oleh tentara di kedua sisi perbatasan.

Warga Korut yang membelot biasanya diserahkan kepada badan intelijen Seoul untuk menjalani pemeriksaan setelah tiba di wilayah Korsel.

Menurut data Kementerian Unifikasi Korsel, lebih dari 34.000 warga Korut telah melarikan diri dari negara terisolasi tersebut ke Korsel.

Sepanjang tahun 2024, sebanyak 236 warga Korut tiba di wilayah Korsel, dengan 88 persen di antaranya berjenis kelamin perempuan.

Pyongyang menggunakan kata-kata kasar seperti "sampah manusia" untuk menyebut warganya yang melarikan diri ke negara lain.

Tonton juga video "Korsel Nilai Korut Lakukan Provokasi: Tembakkan Proyektil-Rudal"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait