Israel Tembak Mati 2 Orang di Lebanon Saat Gencatan Senjata

Israel Tembak Mati 2 Orang di Lebanon Saat Gencatan Senjata

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 23 Jun 2026 23:06 WIB
Smoke rises from the site of a string of Israeli airstrikes that targeted the southern Lebanese city of Nabatieh on June 20, 2026. Lebanese official media said fresh Israeli strikes on the countrys south on June 20 killed five people, despite a new
Kepulan asap menjulang dari wilayah Nabatieh, Lebanon bagian selatan, yang digempur Israel pada Sabtu (20/6) saat gencatan senjata berlangsung. (AFP/ABBAS FAKIH)
Jakarta -

Lebanon mengatakan tembakan militer Israel menewaskan dua orang. Insiden mematikan ini pertama dalam beberapa hari di bawah gencatan senjata yang rapuh dengan Hizbullah yang didukung Iran.

Dilansir AFP, Selasa (23/6/2026), kematian terbaru ini terjadi ketika Presiden Lebanon Joseph Aoun menolak pendudukan Israel di Lebanon selatan dan campur tangan asing dalam urusan negaranya--sebuah sindiran terhadap Iran--saat putaran kelima pembicaraan Israel-Lebanon dimulai di Washington.

Pada Senin (22/6), mediator Pakistan dan Qatar mengatakan bahwa Teheran dan Washington telah sepakat untuk membentuk "sel de-konflik" untuk membatasi peningkatan ketegangan di Lebanon setelah pembicaraan di Swiss tentang mengakhiri perang Timur Tengah yang lebih luas, yang dikaitkan Teheran dengan penghentian konflik paralel di Lebanon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) mengatakan bahwa dua pria tewas ketika tentara Israel "melepaskan tembakan dengan senapan mesin mereka ke arah mereka saat mereka berdiri di dekat ekskavator yang sedang membuka blokade jalan" di Nabatieh al-Fawqa.

ADVERTISEMENT

Kementerian kesehatan kemudian mengkonfirmasi jumlah korban tersebut. Hizbullah mengecamnya sebagai pelanggaran gencatan senjata Israel yang "terang-terangan" dan "serangan pengkhianatan".

Militer Israel mengatakan pasukannya melepaskan tembakan peringatan ke arah empat militan Hezbollah yang diduga berada di atas buldoser dan sepeda motor, sebelum "tembakan tambahan dilakukan untuk menghilangkan ancaman".

Dalam pernyataan lain, mereka juga mengatakan bahwa mereka "mengidentifikasi sel bersenjata yang beroperasi" di dekat tentara di zona keamanan yang dinyatakan Israel yang membentang sekitar 10 kilometer (enam mil) di dalam Lebanon, menambahkan bahwa mereka "menyerang... untuk menghilangkan ancaman".

Secara terpisah, NNA melaporkan bahwa "sebuah drone musuh menargetkan sebuah mobil yang diparkir" di pinggiran kota Baraasheet, tanpa segera melaporkan korban jiwa.

Halaman 2 dari 2
(rfs/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini