5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 23 Jun 2026 17:33 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta -

Negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss telah selesai. Diputuskan bahwa kelompok-kelompok negosiasi akan dibentuk untuk membahas isu-isu nuklir dan sanksi, demikian dilaporkan media pemerintah Iran pada hari Selasa (23/6).

Para negosiator "memutuskan bahwa empat kelompok kerja akan dibentuk: Penghentian Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi," kata kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/6/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (23/6/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- PM Belanda Minta Maaf ke Ribuan Eks Tentara KNIL Asal Maluku

Perdana Menteri (PM) Belanda Rob Jetten secara resmi meminta maaf atas perlakuan "kejam" terhadap ribuan mantan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) asal Maluku, yang bertempur untuk militer kolonial Belanda selama era perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Permintaan maaf Jetten ini, seperti dilansir The Guardian, Selasa (23/6/2026), disampaikan sekitar 75 tahun setelah kedatangan 12.500 orang, yang terdiri atas pria-pria asal Maluku yang bertempur untuk KNIL dan keluarga mereka, di Pelabuhan Rotterdam pada tahun 1951 silam.

Kebanyakan dari mereka tidak diberi pilihan. Mereka mengira itu hanya akan menjadi evakuasi sementara setelah Indonesia meraih kemerdekaannya.

- Fix! Selat Hormuz Akan Dikelola Iran

Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Selat Hormuz akan dikelola oleh Teheran. Hal ini disampaikannya pada hari Selasa (23/6), setelah pembicaraan yang mendorong untuk mengakhiri perang Amerika Serikat-Israel di republik Islam tersebut.

Dalam putaran pertama pembicaraan yang digelar di Swiss pada hari Senin (22/6), Iran dan Amerika Serikat sepakat pada untuk membangun jalur komunikasi untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan mengakhiri pertempuran di Lebanon.

"Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran, sesuai dengan hukum internasional," kata Ghalibaf saat kembali dari pertemuan tersebut, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, dilansir AFP, Selasa (23/6/2026).

- Iran Klaim AS Sepakat Cairkan Aset Rp 214 T yang Dibekukan

Ketua parlemen sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengklaim bahwa Amerika Serikat telah sepakat untuk mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan senilai US$ 12 miliar, atau setara Rp 214,2 triliun.

Ghalibaf, seperti dilansir Al Jazeera dan The Business Standard, Selasa (23/6/2026), mengatakan bahwa pembicaraan Iran dan AS di Swiss telah menyelesaikan kesepakatan tentang pencairan aset-aset Iran yang dibekukan tersebut.

Dia menyebut langkah itu merupakan hasil langsung dari nota kesepahaman (MoU) yang lebih luas antara kedua negara. Ghalibaf mengatakan bahwa kesepakatan tersebut secara resmi telah ditandatangani dalam pertemuan teknis di Swiss pada hari Senin (22/6).

- Lagi-lagi, Trump Ancam Iran Jika Tak Penuhi Kesepakatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi melontarkan ancaman terhadap Iran.

"Jika Iran tidak memenuhi kesepakatan mereka, atau jika mereka tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan," kata Trump kepada wartawan pada hari Senin (22/6) waktu setempat.

Sebelumnya, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani kesepakatan sementara AS-Iran pekan lalu. Ini dilakukan lebih dari tiga bulan setelah AS dan Israel menyerang Iran, dan Iran membalas dengan serangannya terhadap Israel dan negara-negara Teluk.

- Negosiasi Iran-AS di Swiss Selesai, Ini Hasilnya

Negosiasi teknis antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss telah selesai. Diputuskan bahwa kelompok-kelompok negosiasi akan dibentuk untuk membahas isu-isu nuklir dan sanksi, demikian dilaporkan media pemerintah Iran pada hari Selasa (23/6).

Para negosiator "memutuskan bahwa empat kelompok kerja akan dibentuk: Penghentian Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi," kata kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/6/2026).

Secara terpisah, kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Selat Hormuz akan dikelola oleh Teheran. Hal ini disampaikannya pada hari Selasa (23/6), setelah pembicaraan yang mendorong untuk mengakhiri perang Amerika Serikat-Israel di republik Islam tersebut.

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Roy Suryo Ditangkap hingga Iran-AS Damai

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait