5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2026 18:59 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Daniel Heuer)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Daniel Heuer)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim dirinya telah membujuk otoritas Israel untuk menyepakati gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah. Trump juga mengklaim bahwa Israel akan "hancur lebur" tanpa dukungan dirinya.

Pernyataan Trump itu disampaikan setelah Israel dan Hizbullah diumumkan sepakat memperpanjang gencatan senjata mulai Jumat (19/6) sore. Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya berpesan agar Tel Aviv tetap "tenang dan menggunakan akal sehat" saat mengambil keputusan.

Sementara itu, Trump juga mengatakan bahwa Washington harus menjaga Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu tetap "waras" terkait isu Lebanon, sembari mengklaim dirinya masih menjalin hubungan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (20/6/2026):

- Trump Bujuk Israel Setuju Gencatan dengan Hizbullah: Gunakan Akal Sehat!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim dirinya telah membujuk otoritas Israel untuk menyepakati gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah, yang bermarkas di Lebanon. Klaim ini disampaikan setelah Israel dan Hizbullah diumumkan sepakat memperpanjang gencatan senjata mulai Jumat (19/6) sore.

Saat berbicara kepada NBC News, seperti dilansir Anadolu Agency dan The Guardian, Sabtu (20/6/2026), Trump mengatakan bahwa dirinya telah berbicara via telepon dengan otoritas Israel pada Jumat (19/6) pagi dan meminta mereka untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.

"Ini hal yang positif," kata Trump dalam wawancara tersebut. "Ini seperti tambahan yang manis," imbuhnya.

- Disebut Trump Memohon Foto Bareng Saat G7, PM Italia Berang

Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni memberikan reaksi keras setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Meloni "memohon" untuk berfoto dengannya selama KTT G7 di Prancis baru-baru ini. Meloni menyebut klaim Trump itu "dibuat-buat".

Pernyataan Trump itu juga memicu kemarahan di kalangan pejabat Italia, bahkan berujung pada pembatalan rencana kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia ke AS. Pemerintah Italia menilai komentar Trump itu sama saja mengejek Meloni.

Meloni, seperti dilansir AFP dan TRT World, Sabtu (20/6/2026), telah merilis pernyataan via video untuk membantah klaim Trump, yang disampaikan dalam wawancara dengan jaringan televisi Italia, La7, yang ditayangkan pada Jumat (19/6) pagi waktu setempat.

- Elite Politik Israel Kaget Dikritik Wapres AS terkait MoU Iran

Kalangan elite politik Israel terkejut dengan kritikan tajam yang dilontarkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance terhadap para menteri dalam pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, yang menolak dan mengkritik kesepakatan damai AS-Iran.

Pemerintah Israel bahkan dilaporkan menahan diri untuk tidak menanggapi langsung kritikan Vance tersebut, agar tidak semakin memperdalam keretakan hubungan antara Tel Aviv dan Washington beberapa waktu terakhir.

Laporan surat kabar lokal Israel, Yedioth Ahronoth, yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi di Tel Aviv, seperti dilansir Middle East Monitor dan Anadolu Agency, Sabtu (20/6/2026), menyebutkan bahwa kalangan politik di Israel "terkejut" setelah Vance menyampaikan kritikan tajam secara terbuka.

- Trump Bilang Israel Akan Hancur Lebur Tanpa Dukungannya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Israel akan "hancur lebur" tanpa dukungan dirinya. Trump juga mengatakan bahwa Washington harus menjaga Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu tetap "waras" terkait isu Lebanon, sembari mengklaim dirinya masih menjalin hubungan baik.

Trump dalam wawancara dengan media Axios, seperti dilansir Anadolu Agency dan New York Post, Sabtu (20/6/2026), menegaskan bahwa dirinya dapat mengendalikan tindakan militer Israel di Lebanon karena para pejabat Tel Aviv "melakukan apa yang saya katakan".

Dalam wawancara yang dipublikasikan pada Jumat (19/6), Trump mengkritik sekutunya tersebut dan mengatakan bahwa dirinya telah kehilangan rasa hormat untuk "kalangan garis keras" di Israel yang menginginkannya terus berperang melawan Iran.

- Menhan Israel Tolak Kritikan AS: Tak Ada yang Bisa Mendikte Kami!

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa "tidak ada yang dapat memberitahu kami apa yang harus dilakukan" setelah kritikan Amerika Serikat (AS) menghujani para pejabat Tel Aviv yang menolak kesepakatan damai AS-Iran.

Katz dalam wawancara dengan media Israel, Channel 14, seperti dilansir Middle East Monitor, Sabtu (20/6/2026), kembali memperingatkan bahwa Israel akan segera merespons dengan kekuatan jika Iran menyerang.

"Jika Iran menyerang kami, kami akan bertindak segera dan merespons dengan kekuatan. Tidak ada yang dapat memberitahu kami apa yang harus dilakukan, dan kami telah membuktikannya," kata Katz dalam pernyataannya.

Tonton juga video "Trump Pamer Pesawat Boeing 747 Hadiah dari Qatar"

Halaman 3 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait