Ucapan Terima Kasih Trump ke Putin-Xi Tak Cawe-cawe di Iran

Ucapan Terima Kasih Trump ke Putin-Xi Tak Cawe-cawe di Iran

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2026 06:07 WIB
U.S. President Donald Trump speaks during a bilateral meeting with the President of the United Arab Emirates (UAE) Mohamed bin Zayed Al Nahyan, on the sidelines of the G7 summit, in Evian-les-Bains, France, June 16, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein
Donald Trump. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS) dengan Israel berujung damai usai kedua kepala negara menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (Mou). Presiden AS Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada pemimpin Rusia dan China yang tak cawe-cawe di Iran selama perang berlangsung.

Trump menandatangani nota kesepahaman tersebut saat makan malam dengan Presiden Prancis Emamanuel Macron di Istana Versailles setelah pertemuan KTT G7 pada Rabu (17/6) malam.

"Baru saja menandatanganinya," kata Trump saat keluar dari istana, dilansir AFP, Kamis (18/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpisah, pemerintah Iran juga mengkonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS.

"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para Presiden--sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," kata juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA.

Baqaei mengatakan penandatanganan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua Presiden, dan bahwa upacara resmi "tidak banyak memiliki tempat" dalam rencana Iran.


Trump Akui Cadangan Minyak Tinggal 4 Minggu

Trump telah mengakui bahwa cadangan minyak global berada di ambang kritis, mendesak Washington untuk menerima persyaratan Iran untuk perjanjian kerangka kerja guna mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Berbicara di KTT G7 di Prancis, Trump mengatakan bahwa tanpa kesepakatan dengan Iran, dunia akan menghadapi "kekacauan" karena cadangan minyak akan habis dalam waktu sekitar empat minggu.

President Donald Trump signed the Iran Memorandum of Understanding at the Palace of Versailles on Wednesday (June 17), just prior to a dinner hosted by French President Emmanuel Macron.Presiden Donald Trump menandatangani Nota Kesepahaman dengan Iran di Istana Versailles pada hari Rabu 17 Juni, sesaat sebelum makan malam yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Reuters/DAN SCAVINO/@SCAVINO47 VIA X)

"Kita akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar empat minggu," kata Trump kepada wartawan, seperti dilansir media The Hill, Kamis (18/6). "Anda tahu, ada cadangan di seluruh dunia, dan kita akan benar-benar kehabisan, dan akan ada saatnya Anda tidak akan bisa mendapatkannya," imbuhnya.

Presiden AS itu mengakui bahwa serangan militer yang berkelanjutan akan membuat Selat Hormuz yang vital bagi perdagangan minyak global, tetap tertutup.

"Jika kita terus membom, kapal-kapal itu tidak akan bisa berlayar," katanya, merujuk pada dampak perjanjian dengan Teheran.


Trump Terima Kasih ke Xi Jinping-Putin

Selain itu, Trump mengucapkan terima kasih kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin atas apa yang disebutnya sebagai netralitas mereka selama perang dengan Iran.

"Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka membuat keadaan jauh lebih baik," kata Trump dalam konferensi pers di sela-sela konferensi G7 (Kelompok Tujuh) di Evian-les-Bains, Prancis, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/6). Trump menambahkan bahwa kedua pemimpin tersebut telah "netral."

Rencana perdamaian Iran-AS kini memasuki babak baru setelah Presiden AS dan Iran menandatangani dokumen perjanjian damai untuk mengakhiri perang.

Pemerintah Swiss sebelumnya mengatakan upacara penandatanganan akan diadakan pada hari Jumat (19/6) di sebuah hotel mewah di pegunungan yang menghadap Danau Lucerne, dan Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf dan Wakil Presiden AS JD Vance akan hadir.

"Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan biaya yang lebih besar, dan mengingat pengalaman kami, kami lebih memilih hal ini terjadi," kata Baqaei.

Teks perjanjian tersebut dirilis pada hari Rabu (17/6) oleh kedua belah pihak. Periode negosiasi selama dua bulan akan menyusul, dengan pembukaan kembali Selat Hormuz Sebagai langkah pertama.

Lihat juga Video Putin Senang AS-Iran Damai: Kabar Baik Buat Energi dan Pangan

Halaman 2 dari 3
(rfs/aik)


Berita Terkait