Trump Terima Kasih ke Xi Jinping-Putin karena Netral Selama Perang Iran

Trump Terima Kasih ke Xi Jinping-Putin karena Netral Selama Perang Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 18 Jun 2026 10:41 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Daniel Heuer)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Daniel Heuer)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin atas apa yang disebutnya sebagai netralitas mereka selama perang dengan Iran.

"Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka membuat keadaan jauh lebih baik," kata Trump dalam konferensi pers di sela-sela konferensi G7 (Kelompok Tujuh) di Evian-les-Bains, Prancis, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/6/2026). Trump menambahkan bahwa kedua pemimpin tersebut telah "netral."

Rencana perdamaian Iran-AS kini memasuki babak baru setelah presiden kedua negara menandatangani dokumen perjanjian damai untuk mengakhiri perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump menandatangani nota kesepahaman tersebut saat makan malam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles setelah pertemuan KTT G7 pada Rabu (17/6) malam waktu setempat.

"Baru saja menandatanganinya," kata Trump saat keluar dari istana, dilansir AFP, Kamis (18/6/2026).

Secara terpisah, pemerintah Iran juga mengkonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS.

"Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden -- sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.

Ia mengatakan penandatanganan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua presiden, dan bahwa upacara resmi "tidak banyak memiliki tempat" dalam rencana Iran.

Pemerintah Swiss sebelumnya mengatakan upacara penandatanganan akan diadakan pada hari Jumat (19/6) di sebuah hotel mewah di pegunungan yang menghadap Danau Lucerne, dan Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf dan Wakil Presiden AS JD Vance akan hadir.

"Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan biaya yang lebih besar, dan mengingat pengalaman kami, kami lebih memilih hal ini terjadi," kata Baqaei.

Teks perjanjian tersebut dirilis pada hari Rabu (17/6) oleh kedua belah pihak. Periode negosiasi selama dua bulan akan menyusul, dengan pembukaan kembali Selat Hormuz Sebagai langkah pertama.

Simak juga Video 'Trump Klaim Iran Ingin Berdamai dan Kembali Hidup Normal':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait