Israel Terus Bombardir Lebanon Selatan, Nantang Iran?

Israel Terus Bombardir Lebanon Selatan, Nantang Iran?

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 17 Jun 2026 14:37 WIB
Ilustrasi jet-jet tempur Israel (Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
Ilustrasi jet-jet tempur Israel (Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
Jakarta -

Militer Israel kembali melancarkan rentetan serangan udara di beberapa wilayah di Lebanon selatan. Serangan pada hari Rabu (17/6) ini dilakukan meskipun ada kesepakatan damai dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang mencakup Lebanon.

Media pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA) melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan yang menargetkan wilayah Nabatieh al-Fawqa dan pinggiran timur kota tetangga Kfar Tebnit.

Israel juga melancarkan serangan drone di kota Ansariyeh di wilayah Zahrani, lapor NNA, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun kekerasan telah menurun di Lebanon sejak kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang Timur Tengah diumumkan pada hari Senin (15/6) lalu, serangan Israel di Lebanon selatan masih menewaskan sedikitnya lima orang sejak kesepakatan tersebut, menurut NNA.

Menurunnya kekerasan telah memungkinkan sebagian penduduk Lebanon selatan untuk kembali dan memeriksa kota dan desa mereka. Namun, militer Lebanon telah mendesak penduduk setempat untuk menunda kepulangan mereka, dengan alasan "risiko pelanggaran dan serangan Israel".

Kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret lalu, dengan menembakkan roket ke Israel untuk membalas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel.

Israel membalas dengan kampanye serangan udara besar-besaran dan invasi darat.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Selasa (16/6) bahwa penyelesaian konflik tidak akan lengkap "tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang didudukinya dalam perang ini".

"Setiap serangan militer oleh rezim Zionis terhadap Lebanon mulai sekarang dan pendudukan wilayah Lebanon yang berkelanjutan, mulai sekarang akan dianggap sebagai pelanggaran nota kesepahaman menurut pandangan kami," kata Menlu Iran itu.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pasukan negaranya akan tetap berada di Lebanon "selama diperlukan".

Hizbullah sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan apa pun sejak Selasa (16/6) saat mengklaim serangan terhadap target Israel di Lebanon selatan.

Pemimpin kelompok tersebut, Naim Qassem, dijadwalkan akan menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada hari Rabu (17/6) waktu setempat.

Sebelumnya ia menyampaikan "rasa terima kasih yang mendalam atas upaya Iran untuk memaksa entitas Israel menghentikan operasi militer segera dan permanen di semua lini, termasuk di Lebanon".

Simak juga Video 'PBB Sebut Lebanon Mulai Kondusif, Warga Perlahan Kembali ke Rumah':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait