Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukannya telah menembak jatuh dua drone Iran di atas perairan Selat Hormuz. Washington menyebut kedua drone Teheran itu berupaya menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Ditembak jatuhnya drone-drone Iran ini, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (12/6/2026), menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang berkecamuk selama beberapa bulan terakhir, dan mengancam gencatan senjata yang rapuh diberlakukan sejak April lalu.
"Tampaknya Iran telah berupaya menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz malam ini," kata seorang pejabat AS, yang enggan disebut namanya, seperti dikutip NBC News pada Kamis (11/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasukan AS menembak jatuh dua drone serang satu arah Iran. Arus lalu lintas melalui Selat tersebut terus berlanjut," ucap pejabat AS tersebut.
Tidak ada informasi lebih detail yang disampaikan pejabat AS itu mengenai kapal yang menjadi target serangan drone Iran itu, atau kerusakan yang diakibatkan oleh insiden tersebut.
Sejauh ini belum ada tanggapan langsung dari otoritas Iran atau Garda Revolusi Iran mengenai laporan tersebut.
Informasi soal ditembak jatuhnya drone Iran itu muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump, untuk kesekian kalinya, mengatakan bahwa Washington hampir mencapai kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri perang.
Trump, dalam pernyataan terbarunya, menyebut kesepakatan itu dapat ditandatangani "segera, mungkin pada akhir pekan".
Presiden AS itu menambahkan bahwa Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan penasihat juga menantu Trump, Jared Kushner, akan mewakili AS dalam kemungkinan seremoni penandatanganan kesepakatan di Eropa.
Lihat juga Video: Momen AS Lumpuhkan Kapal Tanker Pengangkut Minyak Iran di Teluk Oman











































