Rusia Terus Gempur Ukraina, 3 Orang Tewas Termasuk Wanita Hamil

Rusia Terus Gempur Ukraina, 3 Orang Tewas Termasuk Wanita Hamil

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Jun 2026 17:50 WIB
Ledakan mengguncang dan kepulan asap membubung di area Kyiv, ibu kota Ukraina, saat serangan rudal dan drone Rusia menghantam (dok. REUTERS/Gleb Garanich)
Ledakan mengguncang dan kepulan asap membubung di area Kyiv, ibu kota Ukraina, saat serangan rudal dan drone Rusia menghantam (dok. REUTERS/Gleb Garanich)
Kyiv -

Serangkaian serangan udara Rusia menghantam wilayah Ukraina, beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelensky melakukan pembicaraan dengan sekutu-sekutu Kyiv di London, Inggris. Sedikitnya tiga orang, termasuk seorang wanita hamil, tewas akibat gempuran Moskow tersebut.

Ukraina, seperti dilansir AFP, Selasa (9/6/2026), mengatakan bahwa Rusia meningkatkan serangannya terhadap warga sipil karena "tidak mampu" mencapai tujuan yang ditetapkan Kremlin saat invasi militer memasuki tahun kelima.

"Sedikitnya tiga orang tewas, termasuk seorang wanita hamil berusia 22 tahun, di Chuguiv," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andriy Sybiga, merujuk pada sebuah kota di wilayah Kharkiv, Ukraina bagian timur laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Layanan darurat Ukraina merilis foto-foto yang menampilkan kobaran api yang melalap bangunan permukiman dan mobil-mobil yang diparkir.

Wali Kota Chuguiv, Galyna Minaeiva, mengatakan bahwa kota tersebut -- yang terletak di barat daya ibu kota regional Kharkiv -- dihantam rudal dan drone Shahed buatan Iran, yang diluncurkan oleh Rusia.

Kemajuan yang didapat Rusia di garis depan pertempuran yang luas terhenti tahun ini, meskipun Moskow merekrut hingga 30.000 petempur baru setiap bulan. Kedua pihak telah meningkatkan serangan drone jarak jauh.

"Karena tidak mampu mencapai tujuannya di medan perang, Rusia meningkatkan teror terhadap warga sipil," ucap Sybiga.

"Kami mendesak dunia untuk meningkatkan tekanan pada rezim Rusia dan lebih meningkatkan biaya teror ini bagi agresor," imbuhnya.

Pekan lalu, Presiden Vladimir Putin menolak usulan Zelensky untuk melakukan pembicaraan tatap muka guna mengakhiri perang.

Zelensky, pada akhir pekan, bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz di London. Dalam pertemuan itu, pemimpin ketiga negara sekutu Ukraina itu menyatakan dukungan untuk usulan "dialog langsung" dari Kyiv.

Saat berbicara kepada media Inggris, Zelensky mengatakan bahwa dirinya telah bertemu oligarki Rusia Roman Abramovich di Kyiv, dan menyampaikan pesan kepada Putin bahwa: "Kami tidak akan menyerahkan wilayah kami kepada Anda."

Tonton juga video "Momen Drone Ukraina Meledak di Pelabuhan Negara NATO"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait