Pemerintah China memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran, yang terlibat konflik Timur Tengah, telah "membuktikan" jika hal itu tidak dapat menyelesaikan masalah apa pun. Beijing menekankan pentingnya solusi diplomatik untuk perselisihan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (9/6/2026), mengatakan bahwa konflik antara AS dan Israel melawan Iran "yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, telah memberikan pukulan berat bagi negara-negara di kawasan Teluk".
"Fakta telah membuktikan bahwa cara-cara militer tidak dapat menyelesaikan masalah apa pun dan penggunaan kekuatan secara sewenang-wenang hanya akan memperumit masalah," kata Lin saat berbicara kepada wartawan di Beijing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menanggapi laporan tentang pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon, meskipun AS telah menekan Tel Aviv untuk tidak melancarkan serangan.
"Negosiasi Iran-AS saat ini berada pada tahap krusial. Tidak ada pihak yang boleh menyulut kembali konflik militer," tegas Lin, sembari menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Timur Tengah.
"China menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk tetap tenang, menahan diri, menghentikan tindakan konfrontatif apa pun yang dapat meningkatkan konflik, mengambil tindakan nyata untuk meredakan situasi, menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara politik dan diplomatik, dan berupaya untuk mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng sesegera mungkin," ucapnya.
Komentar otoritas China itu muncul di tengah potensi ketegangan dalam hubungan antara AS dan Israel, setelah Presiden Donald Trump meminta Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan rudal Teheran pada Minggu (7/6) malam waktu setempat.
Permintaan Trump itu diabaikan oleh Netanyahu, dengan Israel tetap melancarkan serangan balasan terhadap Iran pada Senin (8/6) pagi.
Pasukan Israel menyerang sistem pertahanan udara Iran dan sebuah pabrik petrokimia di negara Syiah tersebut. Sementara Iran membalas lagi dengan menggempur fasilitas serupa di Haifa dan menargetkan dua pangkalan udara Israel.
Banyak rudal dicegat di langit wilayah Tepi Barat. Tidak ada laporan korban jiwa dari kedua pihak.
Ketegangan itu dipicu oleh dipicu pengeboman mematikan Israel terhadap Beirut, ibu kota Lebanon pada Minggu (7/6). Iran yang sejak lama menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan AS sebagian bergantung pada penghentian pertempuran di Lebanon, merespons dengan serangan rudal ke Israel bagian utara.
Aksi saling serang antara Iran dan Israel saat ini telah dihentikan.
Simak juga Video 'Makin Jengkel, Trump Minta Netanyahu Hati-hati atau Bakal Sendirian:











































