Palestina Minta Trump Setop Israel Caplok Wilayahnya

Palestina Minta Trump Setop Israel Caplok Wilayahnya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Jun 2026 14:10 WIB
Dubes Palestina untuk PBB, Riyad Mansour (dok. Stephanie Keith/Getty Images/AFP)
Dubes Palestina untuk PBB, Riyad Mansour (dok. Stephanie Keith/Getty Images/AFP)
New York -

Otoritas Palestina meminta Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan aneksasi atau pencaplokan yang dilakukan oleh Israel terhadap wilayah-wilayahnya.

Presiden AS Donald Trump diyakini mampu untuk menghentikan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu melanjutkan pencaplokan tersebut.

"Saya mengetahui bahwa Presiden Trump mampu, dan dia memiliki sarana untuk menghentikan Netanyahu, agar seluruh kawasan tidak terus berada dalam kekacauan...dan untuk bergerak ke arah perdamaian dan keadilan, itulah sebabnya sebagian besar dari kita bekerja sama dengan mereka," kata Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour kepada pers, seperti dilansir AFP, Jumat (5/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mengetahui bahwa dia mengatakan kepada Netanyahu, termasuk baru-baru ini, untuk menghentikan omong kosong di Lebanon, menghentikan kegilaan ini. Anda tahu Anda tidak diizinkan untuk mencaplok tanah tersebut," ujarnya, dikelilingi oleh rekan-rekannya dari negara-negara Arab dan Muslim.

Blok geopolitik PBB, Arab Group, bergabung dengan Mansour dalam menyatakan "kekhawatiran mendalam" dan solidaritas regional terhadap agresi pemukim Israel dan kekerasan militer Tel Aviv yang "meningkat pesat" terhadap Palestina.

"Israel terus menerapkan kebijakan yang sama dengan aneksasi yang dipercepat dan perlucutan sistematis hak-hak Palestina," kata Duta Besar Arab Saudi, Abdulaziz Alwasil, atas nama blok tersebut.

"Kelompok tersebut menekankan bahwa tindakan Israel baru-baru ini bukanlah insiden terisolasi, tetapi bagian dari strategi terkoordinasi untuk memperkuat kendali permanen atas tanah Palestina, mengubah realitas demografis dan geografis di lapangan, dan menghilangkan kemungkinan kemerdekaan Negara Palestina, sebagai negara yang berdaulat, layak, dan berdekatan, sesuai dengan resolusi PBB yang relevan," ucapnya.

Pihak-pihak lainnya dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah menyuarakan tuntutan agar Israel mengakhiri aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat, di mana perluasan permukiman Yahudi terus berlanjut, dan di Jalur Gaza, di mana pasukan Tel Aviv menguasai setidaknya separuh dari wilayah tersebut.

Berbicara atas nama OKI, Wakil Duta Besar Turki Fikriye Asli Guven menyerukan agar Dewan Keamanan PBB mengambil "langkah-langkah mendesak dan efektif untuk menghentikan semua aktivitas aneksasi, perluasan permukiman, pengusiran paksa, dan praktik-praktik melanggar hukum lainnya di Wilayah Palestina yang Diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan untuk memastikan adanya pertanggungjawaban sesuai dengan hukum internasional".

Tonton juga video "Hamas Siap Menyerahkan Pemerintahan di Gaza"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait