Lagi-lagi, Trump Sebut Kanada 'Negara Bagian ke-51'

Lagi-lagi, Trump Sebut Kanada 'Negara Bagian ke-51'

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 03 Jun 2026 12:10 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kylie Cooper)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kylie Cooper)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51". Hal ini mengingatkan kembali pada ambisi Trump untuk mencaplok Kanada dan menjadikannya negara bagian ke-51 untuk AS.

Gagasan semacam itu telah berulang kali dilontarkan Presiden AS tersebut sejak dia kembali ke Gedung Putih pada awal Januari 2025 lalu.

Seruan terbaru Trump, seperti dilansir TIME dan CTV News, Rabu (3/6/2026), disampaikan pada Senin (1/6) malam, ketika Presiden AS itu membagikan sebuah artikel dari media terkemuka AS, Bloomberg, yang menyatakan bahwa Kanada telah memasuki "resesi teknis" untuk pertama kalinya sejak tahun 2020.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Negara bagian ke-51!" tulis Trump secara singkat dalam unggahan media sosial Truth Social, mengomentari artikel Bloomberg yang berjudul "Canada Dips Into Technical Recession for First Time Since 2020".

Unggahan Trump itu dibagikan ulang oleh Duta Besar AS untuk Kanada, Pete Hoekstra.

Komentar pun bermunculan dari para pejabat tinggi Kanada, salah satunya dari Premier Ontario Doug Ford yang memberikan respons keras.

"Saya tidak percaya harus mengatakan hal ini lagi, tetapi Kanada tidak akan pernah menjadi negara bagian ke-51. Kanada tidak untuk dijual," tegasnya dalam postingan media sosial X pada Selasa (2/6).

Pemimpin Partai Konservatif Kanada, Pierre Poilievre, juga menolak komentar Trump dengan mengatakan kepada wartawan bahwa gagasan Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS adalah gagasan yang "konyol dan tidak akan pernah terjadi".

Poilievre menambahkan bahwa "komentar konyol" seperti komentar Trump seharusnya tidak mengalihkan perhatian dari "penderitaan nyata yang dialami warga Kanada sebagai akibat dari kebijakan Partai Liberal di dalam negeri".

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney, saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (2/6) sore, menyebut Trump sebagai "pengguna media sosial yang sangat aktif" dan pemerintah federal Kanada tidak akan menanggapi setiap unggahannya.

Simak juga Video Canda Trump Saat Bertemu PM Kanada: Saya Ingin Jadi Pria Hebat

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait