Rentetan serangan rudal dan drone Rusia menghujani sebagian wilayah Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv, dalam semalam. Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka di berbagai wilayah Ukraina akibat serangan tersebut.
Serangan Rusia ini, seperti dilansir AFP, Selasa (2/6/2026), menjadi yang terbaru dalam perang yang berkecamuk selama empat tahun terakhir, dan belum terlihat akhirnya.
Sejumlah jurnalis AFP melaporkan mereka mendengar suara rentetan ledakan di area ibu kota Kyiv, sementara otoritas setempat melaporkan Rusia menggunakan rudal balistik dalam serangan-serangannya.
Moskow, yang menginvasi Ukraina lebih dari empat tahun lalu, telah membombardir negara tetangganya hampir setiap hari. Kyiv secara teratur membalas serangan-serangan itu.
Sementara itu, pembicaraan untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II itu tetap buntu.
Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan "serangan baru secara besar-besaran" terhadap negaranya.
"Ledakan-ledakan di kota. Pasukan pertahanan udara sedang bekerja! Tetaplah berada di tempat perlindungan!" kata Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, dalam pernyataan via Telegram.
Warga setempat, menurut laporan jurnalis AFP di lapangan, bergegas ke tempat-tempat perlindungan sembari membawa tas dan selimut, sementara kepulan asap membubung dari area pusat kota Kyiv.
Rentetan serangan Rusia itu melukai sekitar 14 orang dan memicu kebakaran di berbagai area kota Kyiv, dengan aliran listrik padam di beberapa distrik.
"Musuh menyerang dengan rudal balistik," kata kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko.
Serangan mematikan Rusia juga melanda wilayah timur Ukraina. Gubernur Dnipro Oleksandr Ganzha melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan 16 orang lainnya luka-luka -- beberapa di antaranya dalam kondisi kritis -- akibat rentetan serangan Moskow.
Sementara itu, Wali Kota Kharkiv, Igor Terekhov, melaporkan bahwa 10 orang, termasuk seorang anak, mengalami luka-luka akibat serangan Rusia di wilayah tersebut.
Serangan-serangan terbaru Moskow ini terjadi setelah Zelensky mengulangi seruannya kepada sekutu-sekutu Ukraina untuk mengizinkan dan membiayai pasokan rudal Patriot, yang dapat mencegat rudal balistik Rusia.
Dia bahkan menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kongres AS pekan lalu, meminta sistem rudal Patriot untuk merespons peningkatan serangan udara Moskow.
Ukraina juga telah meningkatkan serangannya terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Moskow dan terhadap wilayah Rusia sebagai pembalasan atas pengeboman harian oleh Rusia.
Upaya yang dimediasi AS, untuk menegosiasikan diakhirinya konflik, telah terhenti sejak perang pecah di Timur Tengah, yang menyita perhatian dan sumber daya Washington.
Lihat juga Video: Ibu Kota Ukraina Dibombardir Ratusan Drone-Rudal Oreshnik oleh Rusia











































