AS Serang Radar-Pusat Komando Drone Iran, Klaim Membela Diri

AS Serang Radar-Pusat Komando Drone Iran, Klaim Membela Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Jun 2026 11:55 WIB
Jet tempur AS lepas landas dari salah satu kapal induk AS dalam operasi melawan Iran (dok. via REUTERS/US Navy)
Jet tempur AS lepas landas dari salah satu kapal induk AS dalam operasi melawan Iran (dok. via REUTERS/US Navy)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukannya telah menyerang lokasi radar dan pusat komando drone Iran yang ada di area Goruk dan Pulau Qeshm. Diklaim oleh Washington bahwa serangan terbarunya itu merupakan "serangan pertahanan diri".

Serangan terbaru AS itu, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Senin (1/6/2026), diumumkan oleh Komando Pusat AS, atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

"Komando Pusat AS melancarkan serangan pertahanan diri terhadap lokasi radar dan komando serta kendali drone Iran di Goruk, Iran, dan Pulau Qeshm pada akhir pekan ini," kata CENTCOM dalam pernyataannya via media sosial X pada Minggu (31/5) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan oleh CENTCOM bahwa serangan tersebut merespons ditembak jatuhnya drone MQ-1 milik AS oleh pasukan Iran.

"Serangan yang terukur dan disengaja ini terjadi pada Sabtu (30/5) dan Minggu (31/5) sebagai respons atas tindakan agresif Iran yang mencakup menembak jatuh drone MQ-1 AS yang beroperasi di atas perairan internasional," sebut CENTCOM.

Menurut CENTCOM, jet tempur AS merespons "dengan cepat" setelah insiden tersebut, dengan menargetkan dan menghancurkan sistem pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan dua drone serangan satu arah yang dianggap memberikan "ancaman nyata" bagi kapal-kapal yang melintasi perairan regional.

"Tidak ada personel militer Amerika yang terluka," imbuh CENTCOM dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, CENTCOM menegaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk melindungi aset-aset dan kepentingan AS di seluruh kawasan "sebagai respons terhadap agresi Iran yang tidak beralasan selama gencatan senjata yang sedang berlangsung".

Kawasan Timur Tengah masih memanas imbas perang yang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran. Perang pecah sejak akhir Februari lalu, yang diawali dengan serangan skala besar AS-Israel terhadap Iran.

Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan sebagian besar terhenti sejak gencatan senjata diberlakukan sejak awal April lalu, yang kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump. Upaya perdamaian untuk mengakhiri perang terus dilakukan para mediator, terutama Pakistan, namun sejauh ini belum membuahkan hasil konkret.

Simak juga Video Di Balik Ketegangan Baru AS dan Iran: Rincian Syarat dari Trump-Respons Teheran

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait