Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat dalam serangan terbaru mereka pada hari Kamis (28/5). Serangan ini sebagai balasan atas serangan AS di wilayah selatan negara itu, lapor stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB.
"Menyusul agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang terhadap lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut telah menjadi sasaran pada pukul 04:50 pagi (0120 GMT)," kata Garda Revolusi Iran, menurut IRIB, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/5/2026).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (28/5/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Trump Ancam Serang Oman Jika Ikut-ikutan Iran Kendalikan Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Oman, jika negara tersebut berkolaborasi dengan Iran untuk memperkuat kendali atas Selat Hormuz. Ia mengancam akan memperlakukan Oman seperti negara lain atau "meledakkannya."
Dilansir Aljazeera, Kamis (28/5/2026), hal itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan reporter dalam rapat kabinet hari Rabu (27/5) waktu AS. Awalnya seorang reporter meminta Trump untuk memberikan pendapatnya tentang gagasan Oman dan Iran mengawasi perdagangan di Selar Hormuz, yang menangani lebih dari 20 persen lalu lintas minyak global dunia.
"Apakah Anda akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman untuk mengendalikan selat tersebut?" tanya reporter itu.
- Kerbau 'Donald Trump' Tak Jadi Dipotong saat Idul Adha, Ini Alasannya
Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh yang dijuluki "Donald Trump" karena jambul rambut pirang kemerahannya yang menjuntai, 'selamat' tak jadi disembelih setelah viral. Kerbau tersebut semula dijadwalkan untuk disembelih sebagai bagian dari perayaan Idul Adha pada hari Kamis.
Dilansir France24, Kamis (28/5/2026), kerbau yang dijuluki "Donald Trump" karena rambut pirangnya itu terhindar dari penyembelihan usai viral. Ia akan dirawat di kebun binatang nasional.
Diketahui, Bangladesh, yang merupakan negara mayoritas Muslim di Asia Selatan dengan 170 juta penduduk, merayakan Idul Adha, "hari raya kurban" hari ini.
- Tegang, China Usir Kapal Perang Belanda di Laut China Selatan
Militer China menyatakan telah mengusir sebuah kapal perang milik angkatan laut Belanda yang dituduh "melanggar secara ilegal" wilayah sekitar Kepulauan Paracel di Laut China Selatan yang diperebutkan.
Diketahui bahwa Beijing mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, meskipun ada putusan internasional tahun 2016 yang menolak klaim tersebut, yang memicu ketegangan dengan negara-negara tetangganya di kawasan itu.
Kapal fregat angkatan laut Belanda, De Ruyter "berulang kali meluncurkan helikopter dari kapal tersebut" untuk "melanggar wilayah udara China", kata militer China dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/5/2026).
- Iran Yakin Kemungkinan Perang Lagi dengan AS Kecil
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berkeyakinan bahwa perang dengan Amerika Serikat kemungkinannya kecil untuk terjadi lagi. Namun, IRGC juga memperingatkan bahwa Teheran siap untuk menanggapi serangan apa pun.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak April, dan memperingatkan bahwa mereka siap untuk membalas setelah serangan paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan.
Perang Timur Tengah meletus pada akhir Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran, menyebar dengan cepat di berbagai front dan melanda kawasan tersebut, sementara pasar energi global mengalami kekacauan.
- Panas! Giliran Iran Serang Pangkalan Udara AS
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat dalam serangan terbaru mereka pada hari Kamis (28/5). Serangan ini sebagai balasan atas serangan AS di wilayah selatan negara itu, lapor stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB.
"Menyusul agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang terhadap lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut telah menjadi sasaran pada pukul 04:50 pagi (0120 GMT)," kata Garda Revolusi Iran, menurut IRIB, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/5/2026).
Mereka tidak memberikan detail lokasi pangkalan tersebut. Namun, otoritas Kuwait, sekutu AS, mengatakan pihaknya merespons serangan rudal dan drone pada Kamis pagi waktu setempat.











































