Mojtaba Khamenei Bilang Timteng Tak Akan Lagi Jadi Perisai Pangkalan AS

Mojtaba Khamenei Bilang Timteng Tak Akan Lagi Jadi Perisai Pangkalan AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 26 Mei 2026 16:54 WIB
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (File photo: Reuters)
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (File photo: Reuters)
Jakarta -

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa negara-negara di kawasan Timur Tengah (Timteng) tidak akan lagi menjadi perisai bagi pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat. Hal itu disampaikannya dalam pernyataan tertulis yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran pada hari Selasa (26/5/2026).

"Yang pasti dalam hal ini adalah bahwa waktu tidak akan berputar mundur, dan bangsa-bangsa serta wilayah-wilayah di kawasan itu tidak akan lagi berfungsi sebagai perisai bagi pangkalan Amerika," kata Khamenei, dalam sebuah pesan yang menandai hari raya Idul Adha, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/5/2026).

Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat, "selain tidak lagi memiliki tempat aman di kawasan itu untuk agresi dan pendirian pangkalan militer, juga semakin menjauh dari posisi sebelumnya setiap harinya".

Pernyataan tersebut muncul ketika Iran dan Amerika Serikat terus melakukan dialog yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari, dan telah menyebar ke seluruh wilayah.

Gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 8 April.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran dan Washington telah mencapai kesepahaman tentang banyak isu dalam negosiasi mengenai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Namun, kementerian juga memperingatkan bahwa kesepakatan belum akan segera tercapai.

Pada hari Selasa (26/5), Garda Revolusi Iran mengatakan mereka telah menembak jatuh sebuah drone AS dan menembak drone lain yang mencoba memasuki wilayah udara negara itu, tanpa menyebutkan kapan insiden tersebut terjadi.

Dalam sebuah pernyataan, Garda Revolusi Iran lebih lanjut memperingatkan "setiap pelanggaran gencatan senjata oleh militer AS yang agresor dan menganggap haknya untuk melakukan respons timbal balik sebagai hal yang sah dan pasti."

Sebelumnya pada hari Senin (25/6), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan AS menyerang situs rudal di Iran selatan dan kapal-kapal yang mencoba memasang ranjau, meskipun ada gencatan senjata.

Otoritas Iran belum secara resmi mengkonfirmasi serangan AS tersebut, tetapi media pemerintah melaporkan adanya ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan tanpa menyebutkan sumbernya.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait