Serangan udara Israel menghantam wilayah Jalur Gaza pada Selasa (26/5) waktu setempat. Sedikitnya lima orang tewas akibat gempuran terbaru Israel di daerah kantong Palestina itu saat gencatan senjata masih diberlakukan.
Jalur Gaza tetap dilanda rentetan kekerasan setiap hari, dengan militer Israel dan kelompok Hamas saling menuduh adanya pelanggaran terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Serangan udara terbaru Israel itu, seperti dilansir AFP, Selasa (26/5/2026), menghantam area Al-Maghazi, Jalur Gaza bagian tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lima orang martir dan beberapa orang yang terluka telah dipindahkan (ke rumah sakit) setelah serangan udara Israel menargetkan sekelompok warga di area Al-Maghazi bagian timur," demikian pernyataan badan pertahanan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah Hamas.
Pihak Rumah Sakit Martir Al-Aqsa dan sumber keamanan Palestina mengonfirmasi serangan terbaru Israel itu dan jumlah korban tewas.
Sementara itu, militer Israel mengatakan pihaknya sedang memeriksa laporan tersebut.
Gencatan senjata telah diberlakukan di Jalur Gaza sejak Oktober tahun lalu, namun Israel berhak menyerang target-target yang dianggapnya sebagai ancaman.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 904 warga Palestina tewas akibat rentetan serangan di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan tahun lalu. Kementerian Kesehatan Gaza beroperasi di bawah otoritas Hamas, namun angka-angka yang dilaporkannya dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di kubu Israel, militer Tel Aviv mengatakan lima tentaranya tewas selama periode yang sama.
Pembatasan terhadap media dan akses terbatas telah mencegah media-media, termasuk AFP, untuk memverifikasi secara independen angka korban tewas atau meilput pertempuran secara bebas.
Lihat juga Video 'Momen Ngeri Paramedis Lebanon Dibunuh Israel Saat Tangani Korban Serangan':










































