Menlu AS: Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi dengan Cara Apapun

Menlu AS: Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi dengan Cara Apapun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 26 Mei 2026 14:24 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Ilustrasi Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Selat Hormuz yang diblokade Iran akan dibuka kembali "dengan cara apa pun". Hal ini disampaikannya setelah serangan baru AS terhadap Iran menimbulkan keraguan pada kesepakatan untuk mengakhiri perang Timur Tengah.

"Selat itu harus dibuka. Selat itu akan dibuka dengan cara apa pun, jadi selat itu harus dibuka," kata Rubio kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke India.

"Apa yang terjadi di sana melanggar hukum, ilegal, tidak berkelanjutan bagi dunia, tidak dapat diterima," imbuhnya, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/5/2026).

Menlu AS itu juga mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin tercapai dalam beberapa hari ke depan, meskipun ada serangan terbaru AS terhadap Iran.

"Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita akan melihat apakah kita bisa membuat kemajuan," kata Rubio.

"Saya pikir ada banyak pembicaraan bolak-balik tentang bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi akan memakan waktu beberapa hari," ujarnya.

"Presiden (Donald Trump) telah menyatakan keinginannya untuk mewujudkannya. Dia akan membuat kesepakatan yang baik atau tidak ada kesepakatan sama sekali," tegas Rubio.

Pernyataan Rubio itu disampaikan setelah Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangkaian serangan terhadap wilayah Iran bagian selatan.

CENTCOM mengklaim serangan AS itu menargetkan peluncur rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga sedang memasang ranjau laut. CENTCOM juga menyebut serangan terbaru itu sebagai "serangan pertahanan diri".

"Pasukan AS melancarkan serangan-serangan pertahanan diri di wilayah Iran bagian selatan untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," kata juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, dalam sebuah pernyataan kepada Fox News dan dilansir TRT World.

Target-target serangan, sebut Hawkins, mencakup lokasi-lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang berusaha memasang ranjau. "Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," imbuh Hawkins.

CENTCOM tidak memberikan informasi lebih detail tentang serangan terbaru AS tersebut.

Namun, laporan media lokal Iran menyebut bahwa rentetan ledakan terdengar di area kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran bagian selatan, dan di area Sirik dan Jask di sepanjang pantai Teluk.

Tonton juga Video: Kapal-kapal 'Nongkrong' di Selat Hormuz

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait