Serang Iran Lagi, AS: Kesepakatan Masih Mungkin Tercapai

Serang Iran Lagi, AS: Kesepakatan Masih Mungkin Tercapai

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Mei 2026 12:08 WIB
(FILES) US Senator Marco Rubio testifies before a Senate Foreign Relations Committee hearing on his nomination to be Secretary of State, on Capitol Hill in Washington, DC, on January 15, 2025. The United States, the worlds biggest donor, froze virtually all foreign aid on January 24, 2025, making exceptions only for emergency food, and military funding for Israel and Egypt. Secretary of State Marco Rubio sent an internal memo days after President Donald Trump took office vowing an
Menlu AS Marco Rubio (dok. AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
New Delhi -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menegaskan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin tercapai dalam beberapa hari ke depan, meskipun ada serangan terbaru AS terhadap Iran.

Serangan terbaru terhadap Teheran, yang diklaim Washington sebagai serangan pertahanan diri itu, memicu keraguan terhadap gencatan senjata yang rapuh.

"Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita akan melihat apakah kita bisa membuat kemajuan," kata Rubio kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke India, seperti dilansir AFP, Selasa (26/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir ada banyak pembicaraan bolak-balik tentang bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi akan memakan waktu beberapa hari," sebutnya.

ADVERTISEMENT

"Presiden (Donald Trump) telah menyatakan keinginannya untuk mewujudkannya. Dia akan membuat kesepakatan yang baik atau tidak ada kesepakatan sama sekali," tegas Rubio dalam pernyataannya.

Pernyataan Rubio itu disampaikan setelah Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, mengumumkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangkaian serangan terhadap wilayah Iran bagian selatan.

CENTCOM mengklaim serangan AS itu menargetkan peluncur rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga sedang memasang ranjau laut. CENTCOM juga menyebut serangan terbaru itu sebagai "serangan pertahanan diri".

"Pasukan AS melancarkan serangan-serangan pertahanan diri di wilayah Iran bagian selatan untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran," kata juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, dalam sebuah pernyataan kepada Fox News dan dilansir TRT World.

Target-target serangan, sebut Hawkins, mencakup lokasi-lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang berusaha memasang ranjau. "Komando Pusat AS terus membela pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung," imbuh Hawkins.

CENTCOM tidak memberikan informasi lebih detail tentang serangan terbaru AS tersebut.

Namun laporan media lokal Iran menyebut bahwa rentetan ledakan terdengar di area kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran bagian selatan, dan di area Sirik dan Jask di sepanjang pantai Teluk.

Laporan kantor berita Fars menyebut penduduk Bandar Abbas melaporkan mereka mendengar rentetan suara ledakan, namun lokasi pasti dan sumber ledakan belum jelas. Fars juga melaporkan bahwa suara ledakan juga terdengar secara bersamaan di area sekitar Sirik dan Jask di area selatan Iran, yang menghadapi perairan Teluk.

Laporan kantor berita Iran lainnya, Mehr, menyebut situasi di Bandar Abbas terkendali setelah terdengar suara ledakan.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran atau Garda Revolusi Iran terkait serangan terbaru AS tersebut.

Simak juga Video: Iran Bantah Kesepakatan Damai dengan AS Akan Segera Terwujud

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini