Gedung Putih Mencekam Saat Pria Bermasalah Mental Lepas Tembakan

Gedung Putih Mencekam Saat Pria Bermasalah Mental Lepas Tembakan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Mei 2026 20:09 WIB
Situasi tegang terjadi di kawasan sekitar White House setelah diduga terdengar suara tembakan pada Sabtu (23/5/2026) waktu setempat. Insiden tersebut memicu respons cepat dari aparat keamanan yang langsung memperketat penjagaan di area pusat pemerint
Foto: REUTERS
Jakarta -

Seorang pria yang teridentifikasi bernama Nasire Best (21) melepas tembakan di dekat Gedung Putih atau White House Amerika Serikat (AS). Ternyata Best pernah ditangkap Dinas Rahasia AS pada Juli 2025.

Saat itu, Best mencoba masuk ke Gedung Putih. Dia kemudian dikirim ke bangsal psikiatri untuk masalah kesehatan mental setelah kejadian tersebut.

Diketahui, Best ditembak mati di area Gedung Putih. Dia ditembak usai melepaskan tembakan lebih dulu pada Sabtu (23/5) waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump disebut sedang berada di Gedung Putih pada saat itu. Trump dilaporkan tidak terpengaruh oleh insiden tersebut.

Kepala Komunikasi Dinas Rahasia AS, Anthony Guglielmi, menyebut peristiwa itu terjadi tepat setelah pukul 18.00 waktu setempat ketika seorang pria di dekat perimeter keamanan Gedung Putih 'mengeluarkan senjata dari tasnya dan mulai menembak'.

"Polisi Dinas Rahasia membalas tembakan dan mengenai tersangka yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat di mana ia dinyatakan meninggal dunia. Selama penembakan, seorang warga sipil juga terkena tembakan," kata Guglielmi.

Ada 1 Warga Terluka

Dilansir AFP dan CBS News, Minggu (25/5/2026), pelaku penembakan awalnya melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service di luar Gedung Putih pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat. Petugas lalu membalas tembakan itu dan mengenai pelaku.

Pelaku sempat berada dalam kondisi kritis saat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal. Keterangan dari pihak Secret Service menyebut ada satu warga sipil yang tertembak selama baku tembak terjadi.

Setelah pria bersenjata itu melepaskan tembakan ke arah agen di pos pemeriksaan keamanan dekat Gedung Putih, "petugas polisi Secret Service membalas tembakan, mengenai tersangka, yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana ia kemudian meninggal dunia," bunyi pernyataan Secret Service.

Otoritas setempat belum menjelaskan identitas pelaku maupun warga sipil yang terkena tembakan. Belum diketahui pasti juga warga tersebut terkena tembakan dari tersangka atau petugas. Kondisi warga sipil tersebut belum segera diketahui.

Tidak ada personel Secret Service yang terluka. Secret Service menyebut Presiden Donald Trump berada di Gedung Putih selama insiden tersebut, namun 'tidak terpengaruh'.

Puluhan Tembakan

Polisi dan pasukan keamanan kemudian memenuhi lokasi kejadian, menutup akses sementara pasukan Garda Nasional menghalangi reporter memasuki area di pusat kota Washington.

"Kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara seperti kembang api, tetapi itu adalah tembakan, dan kemudian semua orang mulai berlari," kata turis Kanada, Reid Adrian, kepada AFP.

Sumber CBS News menyebutkan tersangka saat itu sempat dalam kondisi kritis. Sementara satu orang lainnya juga mengalami luka serius dan saat ini dilarikan ke rumah sakit.

Pelaku diduga terlibat adu kontak senjata dengan agen Secret Service di lokasi. Pelaku disebut mencoba menembak agen Secret Service, namun gagal hingga akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Sumber tersebut mengatakan diperkirakan antara 15 hingga 30 tembakan dilepaskan selama insiden tersebut. Beberapa petugas Secret Service diperiksa di tempat kejadian, tetapi tidak ada yang dirawat di rumah sakit.

Insiden penembakan itu terjadi di dekat persimpangan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest. Pejabat penegak hukum mengatakan petugas dari divisi berseragam Secret Service menanggapi laporan tentang seseorang yang menembakkan senjata ketika insiden itu terjadi.

Halaman 2 dari 3
(azh/azh)


Berita Terkait