Menlu AS Siapkan Plan B Jika Selat Hormuz Tak Dibuka Iran

Menlu AS Siapkan Plan B Jika Selat Hormuz Tak Dibuka Iran

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 22 Mei 2026 23:31 WIB
(FILES) US Senator Marco Rubio testifies before a Senate Foreign Relations Committee hearing on his nomination to be Secretary of State, on Capitol Hill in Washington, DC, on January 15, 2025. The United States, the worlds biggest donor, froze virtually all foreign aid on January 24, 2025, making exceptions only for emergency food, and military funding for Israel and Egypt. Secretary of State Marco Rubio sent an internal memo days after President Donald Trump took office vowing an America First policy of tightly restricting assistance overseas. No new funds shall be obligated for new awards or extensions of existing awards until each proposed new award or extension has been reviewed and approved, said the memo to staff seen by AFP. The sweeping order appears to affect everything from development assistance to military aid -- including potentially to Ukraine, which received billions of dollars in weapons under Trumps predecessor Joe Biden as it tries to repel a Russian invasion. (Photo by ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)
Foto: Menlu AS Marco Rubio (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menilai perlu "rencana B" untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dia mengatakan telah bicara dengan sekutu NATO tentang kemungkinan adanya tantangan dalam upaya membuka Selat Hormuz.

Dilansir Ajazeera, Jumat (22/5/2026), dalam keterangannya kepada wartawan di Helsingborg, Swedia, Rubio mengatakan "Kita harus memiliki rencana B jika seseorang menembak" di Selat Hormuz.

"Pada suatu titik, idealnya mereka membuka selat itu. Rencana B harus mencakup, bagaimana jika Iran mengatakan, 'tidak, kami menolak membuka Selat itu?'," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rubio mengatakan negara-negara termasuk AS perlu "melakukan sesuatu tentang hal itu", tetapi tidak mengatakan apakah ia berpikir NATO harus terlibat.

ADVERTISEMENT

Rubio juga mengulangi komentar sebelumnya tentang status pembicaraan, mengklaim bahwa negosiator AS berurusan dengan orang-orang yang "sulit".

"Ada beberapa kemajuan - kita belum sampai di sana, semoga itu akan berubah, tetapi mungkin tidak," katanya.

(amw/zap)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini