Duta Besar (Dubes) Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk menghentikan kebisuannya terkait ancaman Amerika Serikat terhadap Iran dan pelanggaran sistematis hukum humaniter internasional.
Sang dubes, Amir-Saeid Iravani menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Rabu lalu di hadapan Dewan Keamanan PBB selama debat terbuka tentang "Perlindungan Warga Sipil".
Ia menyesalkan kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan tanggung jawabnya dalam menghadapi kejahatan perang yang dilakukan AS dan Israel selama serangan militer mereka terhadap Iran.
Ia juga mengecam AS-Israel karena sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk sebuah sekolah dasar di kota Minab, yang mengakibatkan tewasnya lebih dari 168 siswa dan staf sekolah.
"Dewan Keamanan tidak boleh berdiam diri atau acuh tak acuh terhadap ancaman berulang dan setiap hari yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk ancaman eksplisit untuk membombardir Iran hingga kembali ke Zaman Batu, untuk menghancurkan infrastruktur energi, ekonomi, dan industri negara, untuk menargetkan ilmuwan nuklir dan pejabat senior Iran, dan bahkan retorika yang menyiratkan penghancuran peradaban Iran," kata Dubes Iran tersebut, seperti dilansir media Iran, Press TV, Jumat (22/5/2026).
"Normalisasi ancaman kekerasan, tindakan agresi, dan retorika yang menghasut oleh anggota tetap Dewan Keamanan tersebut menciptakan preseden yang berbahaya," imbuhnya.
Iravani mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel, serta mereka yang membantu dan memfasilitasi tindakan agresi mereka, harus memikul tanggung jawab hukum dan internasional sepenuhnya atas kejahatan keji mereka terhadap bangsa Iran.
"Tidak ada negara yang boleh berlindung di balik perlindungan politik sambil melanggar Piagam [PBB] dan menargetkan warga sipil tanpa hukuman," tegasnya.
Dubes Iran untuk PBB tersebut juga mendesak komunitas internasional untuk kembali berkomitmen pada prinsip-prinsip dasar Piagam PBB, termasuk kesetaraan kedaulatan negara, tidak menggunakan kekerasan, penyelesaian sengketa secara damai, dan penghormatan penuh terhadap integritas wilayah dan kemerdekaan politik negara.
Simak juga Video 'Hindari Konflik Selat Hormuz, Trump Tegaskan AS Bakal Sita Uranium Iran':











































