Trump Bawa-bawa 'Sleepy Biden' saat Bicara dengan Xi Jinping

Trump Bawa-bawa 'Sleepy Biden' saat Bicara dengan Xi Jinping

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 15 Mei 2026 16:12 WIB
Chinese President Xi Jinping speaks during a meeting with U.S. President Donald Trump on the sidelines of their visit to the  Zhongnanhai Garden in Beijing, China, May 15, 2026. REUTERS/Evan Vucci/Pool
Foto: Donald Trump bertemu Xi Jinping (REUTERS/Evan Vucci)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas sejumlah hal. Trump mengatakan keduanya sempat membicarakan kemunduran hubungan kedua negara di era Joe Biden.

Dilansir The Hill, Jumat (15/5/2026), pertemuan itu berlangsung pada Kamis (14/5) malam. Trump menyebut dirinya dan Xi menyalahkan Biden.

"Ketika Presiden Xi dengan sangat elegan menyebut Amerika Serikat mungkin sebagai negara yang sedang mengalami kemunduran, dia merujuk pada kerusakan luar biasa yang kita derita selama empat tahun pemerintahan Sleepy Joe Biden dan kebijakan administratif Biden, dan dalam hal itu, dia 100% benar," tulis Trump sebuah unggahan di Truth Social.

"Negara kita sangat menderita dengan perbatasan terbuka, pajak tinggi, transgender untuk semua orang, pria dalam olahraga wanita, DEI (Diversity, Equity, and Inclusion), kesepakatan perdagangan yang buruk, kejahatan yang merajalela, dan masih banyak lagi!" lanjutnya.

Trump tidak menyebutkan komentar spesifik dari Xi. Namun, unggahan tersebut muncul setelah Xi mempertanyakan apakah kedua negara dapat mengatasi "jebakan Thucydides"-sebuah teori yang menyatakan bahwa ketika kekuatan yang sedang bangkit mengancam untuk menggantikan kekuatan yang sudah mapan, perang dapat terjadi.

Xi pada tahun 2021 juga mengatakan, "Timur sedang bangkit dan Barat sedang menurun."

Gedung Putih tidak mengklarifikasi kutipan yang dirujuk dalam unggahan Trump tersebut.

Trump menambahkan dalam unggahan tersebut bahwa Xi "tidak merujuk pada kebangkitan luar biasa yang telah ditunjukkan Amerika Serikat kepada dunia selama 16 bulan yang spektakuler di bawah pemerintahan Trump," merujuk pada hal-hal seperti operasi militer di Venezuela dan perang dengan Iran.

Simak juga Video: Trump Sebut China Mau Beli 750 Pesawat Boeing

(rdp/dhn)



Berita Terkait