Sri Lanka Tangkap Biksu Terkemuka terkait Tuduhan Pelecehan Seks Anak

Sri Lanka Tangkap Biksu Terkemuka terkait Tuduhan Pelecehan Seks Anak

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2026 18:24 WIB
Ilustrasi (dok. Thinkstock)
Ilustrasi (dok. Thinkstock)
Kolombo -

Otoritas Sri Lanka menangkap seorang biksu Buddha terkemuka di negara itu, terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang bocah perempuan. Penangkapan ini menandai kasus paling menonjol yang melibatkan pemuka agama di negara yang mayoritas warganya penganut Buddha tersebut.

Biksu senior bernama Pallegama Hemarathana (71) tersebut, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/5/2026), ditangkap di sebuah rumah sakit swasta di ibu kota Kolombo pada Sabtu (9/5) waktu setempat.

Hemarathana menjalani perawatan medis di rumah sakit itu selama akhir pekan di tengah penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual terhadap bocah perempuan berusia 11 tahun pada tahun 2022 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tindak kejahatan itu diduga terjadi di sebuah kuil yang sangat dihormati di Anuradhapura, sekitar 200 kilometer di sebelah utara Kolombo, tempat Hemarathana menjadi kepala biksu.

"Kami akan mengikuti arahan hakim mengenai tindakan selanjutnya," demikian pernyataan Kepolisian Sri Lanka pada Sabtu (9/5).

Biksu yang ditangkap itu akan segera dihadirkan di hadapan hakim.

Otoritas berwenang Sri Lanka menambahkan bahwa ibunda bocah yang menjadi korban juga telah ditangkap atas tuduhan membantu dan bersekongkol dengan biksu tersebut.

Perkembangan kasus ini terjadi sehari setelah pengadilan setempat di Anuradhapura memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri terhadap biksu tersebut.

Sri Lanka mencatat sejumlah kasus pelecehan seks anak oleh pemuka agama, namun penangkapan terbaru ini melibatkan biksu paling senior yang dituduh melakukan tindak kejahatan semacam itu.

Hemarathana yang berusia 71 tahun itu merupakan kepala penjaga pohon yang diyakini tumbuh dari tunas pohon Bodhi di India, yang melindungi Buddha ketika beliau mencapai pencerahan lebih dari 2.500 tahun yang lalu.

Hemarathana juga menjabat sebagai kepala delapan kuil yang sangat dihormati yang berada di jalur ziarah utama Buddha.

Lihat juga Video 'Tampang Lesu Pendiri Ponpes Pemerkosa Santriwati di Pati':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait