Kata Trump yang Tak Mau Bayar saat Nonton Piala Dunia

Kata Trump yang Tak Mau Bayar saat Nonton Piala Dunia

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Mei 2026 21:08 WIB
PALM BEACH, FLORIDA - MAY 01: U.S. President Donald Trump speaks during an event at the Raymond F. Kravis Center for the Performing Arts on May 01, 2026 in Palm Beach, Florida. Trump is the keynote speaker for the Forum Club of the Palm Beaches annua
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Getty Images/Roberto Schmidt)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bicara soal Piala Dunia 2026 yang akan digelar bulan depan. Trump ogah membayar tiket lebih dari US$ 1.000 untuk menonton pertandingan di AS.

Harga tiket Piala Dunia 2026 menuai kritik pedas dari para pendukung yang berencana menonton. Harga tiketnya naik signifikan dari harga normalnya.

Presiden FIFA Gianni Infantino sendiri mengakui permintaan atas tiket Piala Dunia amat besar. Dia menyebut ada tiket-tiket yang terjangkau, meski tak merinci golongan mana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendapatkan 500 juta aplikasi untuk tiket dan sudah menjual 90% secara total, dan kami selalu menambah tiket yang dijual," ujarnya dikutip Marca.

"Memang ada tiket-tiket yang mahal, tapi ada juga yang terjangkau."

Trump Ogah Bayar Tiket

Pernyataan Trump yang menolak membayar tiket semakin menambah tekanan pada FIFA atas harga tiket yang sangat mahal tersebut.

"Saya tidak tahu angka tersebut," kata Trump dalam wawancara dengan New York Post, seperti dilansir AFP, Jumat (8/5/2026).

"Saya tentu ingin berada di sana, tetapi saya juga tidak akan membayarnya, jujur saja," ucap Presiden AS tersebut dalam wawancara yang dipublikasikan New York Post pada Kamis (7/5) waktu setempat.

Para anggota parlemen AS dan kelompok penggemar sepak bola internasional mengecam FIFA atas kisaran harga tiket untuk pertandingan yang dimulai pada Juni mendatang, dengan Football Supporters Europe menyebutnya sebagai "pengkhianatan monumental".

Kekhawatiran Trump dari Mahalnya Harga Tiket

Trump mengkhawatirkan warga AS berpenghasilan rendah -- blok pemilih kunci baginya -- akan kesulitan menghadiri Piala Dunia karena biaya yang terlalu mahal.

"Jika orang-orang dari Queens dan Brooklyn dan semua orang yang mencintai Donald Trump tidak bisa pergi, saya akan kecewa, tetapi Anda tahu, pada saat yang sama, ini adalah kesuksesan yang luar biasa," ujarnya.

Trump ingin pemilihnya bisa menyaksikan laga Piala Dunia. Trump mengklaim telah berjasa mengamankan Piala Dunia yang bakal berjalan di AS.

"Saya ingin orang-orang memilih saya, bisa pergi, " imbuh Trump, yang mengklaim berjasa mengamankan Piala Dunia untuk AS selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden.

Trump pada Selasa (5/5) menegaskan bahwa federasi tersebut wajib memanfaatkan aturan hukum AS yang mengizinkan penjualan kembali tiket dengan harga ribuan dolar Amerika di atas harga nominal atau harga asli.

Dia mengatakan FIFA menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket untuk tahun 2026, dibandingkan dengan kurang dari 50 juta gabungan untuk Piala Dunia tahun 2018 dan tahun 2022.

Infantino menambahkan bahwa 25 persen tiket untuk fase grup dihargai di bawah US$ 300 (Rp 5,2 juta).

Kelompok-kelompok penggemar sepak bola telah membandingkan tiket untuk musim panas ini dengan Piala Dunia Qatar pada tahun 2022.

Harga tiket termahal untuk pertandingan final pada tahun 2022 lalu mencapai sekitar US$ 1.600 (Rp 27,7 juta) untuk harga asli, sedangkan pada tahun 2026 ini mencapai sekitar US$ 11.000 (Rp 190 juta).

Simak juga Video 'Reaksi Trump Ditanya Kekhawatiran Hantavirus Menyebar':

Halaman 2 dari 2
(idn/idn)


Berita Terkait