Dilansir Euro News dan CNN, Kamis (7/5/2026), Pezeshkian tidak menjelaskan kapan dan di mana ia bertemu dengan Mojtaba. Dia hanya menggambarkan Mojtaba sebagai sosok yang rendah hati usai bertemu langsung dengan anak mendiang Ali Khamenei ini.
"Yang paling menonjol bagi saya dalam pertemuan ini adalah sikap, perspektif, dan perilaku Mojtaba Khamenei yang sangat tulus dan rendah hati, sebuah pendekatan yang mengubah suasana menjadi suasana yang didasarkan pada kepercayaan, ketenangan, empati, dan dialog langsung," kata Pezeshkian.
Mojtaba Khamenei diangkat oleh Majelis Pakar Iran setelah kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS dan Israel pada awal perang tanggal 28 Februari.
Dalam dua bulan sejak pengangkatannya, Mojtaba belum tampil di depan publik dan belum merilis materi video atau audio. Hal itu memantik spekulasi bahwa Mojtaba ikut terluka parah akibat serangan AS dan Israel.
Mojtaba Khamenei pernah dilaporkan mengalami luka serius dalam serangan tersebut dan telah menjalani beberapa operasi pada kaki dan lengannya. Pemimpin tertinggi Iran ini disebut kesulitan berbicara karena luka bakar parah di wajah dan bibirnya.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga sebelumnya mengatakan bahwa Mojtaba terluka dan kemungkinan "cacat". Teheran belum mengkonfirmasi laporan tersebut.
Dalam bagian terpisah dari pidatonya pada hari Kamis, Pezeshkian menyerukan pengelolaan konsumsi energi yang lebih ketat dan memperingatkan terhadap pengeluaran yang berlebihan.
Ia mengatakan kelangsungan hidup Iran bergantung pada persatuan dan memperingatkan agar tidak melabeli warga negara sebagai korup, pengkhianat, atau bekerja sebagai mata-mata.
"Orang-orang tidak boleh begitu saja dituduh korupsi, pengkhianatan, atau spionase, menciptakan batasan palsu antara berbagai lapisan masyarakat," kata Pezeshkian.
(ygs/eva)











































