Kapal Dhow UEA Dibajak di Somalia, Sempat Jadi Kapal Induk Para Perompak

Kapal Dhow UEA Dibajak di Somalia, Sempat Jadi Kapal Induk Para Perompak

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 07 Mei 2026 03:36 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Foto: andi saputra
Jakarta -

Bajak laut di Somalia membajak kapal dhow milik Uni Emirat Arab (UEA) yang mengangkut muatan lemon. Tak hanya itu, mereka juga sempat menggunakan kapal tersebut sebagai kapal induk untuk menyerang kapal lain.

Dilansir AFP Rabu (6/5/2026), belum ada informasi mengenai nasib awak kapal Fahad-4, yang dibajak pada akhir April oleh kelompok beranggotakan 11 orang setelah berangkat dari Mogadishu dengan membawa muatan jeruk.

Pejabat keamanan Puntland mengatakan kepada AFP bahwa para pelaku berangkat dari wilayah dekat pelabuhan Garacad, sekitar 600 kilometer di utara ibu kota Somalia, Mogadishu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menguasai kapal dhow tersebut, para bajak laut "berlayar di perairan Somalia dengan menggunakan kapal yang dibajak sebagai kapal induk untuk mencoba menyerang kapal lain," kata salah satu sumber kepada AFP.

Namun, para bajak laut kemudian terpaksa meninggalkan kapal pada 4 Mei karena "persediaan mereka menipis dan mereka tidak mampu menyerang kapal lain akibat meningkatnya kewaspadaan kapal-kapal yang melintasi perairan Somalia dalam beberapa pekan terakhir," kata pejabat lainnya.

Sejumlah kapal lain yang dibajak dalam beberapa pekan terakhir masih berada dalam kendali para bajak laut.

Menurut pemantau maritim, para bajak laut sebelumnya telah menyita kapal tanker Honour 25 berbendera Barbados pada 21 April di lepas pantai Puntland.

Beberapa hari kemudian, pada 26 April, kapal M/V Sward berbendera Suriah juga menjadi korban di wilayah yang lebih jauh dari pantai Somalia.

Di Teluk Aden, para bajak laut menguasai kapal tanker bahan bakar Eureka berbendera Togo di lepas pantai Yaman sebelum mengarahkannya ke perairan Somalia.

Dalam buletin terbaru, Maritime Security Centre Indian Ocean yang terhubung dengan pasukan angkatan laut Eropa di Tanduk Afrika menyebut hampir dapat dipastikan bahwa Fahad-4 terlibat dalam upaya serangan yang gagal terhadap kapal tanker Malta M/V Minerva Pisces pada 28 April.

Dalam insiden tersebut, sebuah kapal dhow mendekati kapal tanker, namun kelompok yang hendak naik ke kapal membatalkan aksinya setelah tim keamanan muncul dengan senjata.

Otoritas Somalia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait Fahad-4.

(aik/aik)


Berita Terkait