AS Klaim Kesepakatan Damai Semakin Dekat, Tunggu Respons Iran dalam 48 Jam

AS Klaim Kesepakatan Damai Semakin Dekat, Tunggu Respons Iran dalam 48 Jam

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 06 Mei 2026 22:07 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Foto: Bendera Amerika Serikat (AP/Alex Brandon)
Jakarta - Pihak Amerika Serikat (AS) meyakini kesepakatan damai dengan Iran semakin dekat. AS kini menunggu respons terbaru dari pemerintah Iran.

Dilansir AFP, Rabu (6/5/2026), laporan media AS, Axios, pada hari ini waktu setempat menyebutkan kedua negara sudah masuk ke tahap akhir kesepakatan nota kesepahaman yang berisi satu halaman untuk mengakhiri perang. Nota itu juga berisi kerangka kerja untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci.

Laporan dari Axios yang mengutip sumber dari dua pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut akan melibatkan komitmen Iran untuk moratorium pengayaan nuklir dan persetujuan Amerika Serikat untuk melepaskan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan.

Washington dilaporkan menunggu tanggapan dari Teheran mengenai beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan.

"Belum ada yang disepakati, tetapi sumber-sumber mengatakan ini adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai kedua pihak sejak perang dimulai," kata Axios.

Laporan tersebut juga menyebutkan kesepakatan itu akan mengumumkan berakhirnya perang AS dan Iran serta dimulainya periode negosiasi selama 30 hari. Sumber Axios menyebut negosiasi itu bisa berlangsung di Islamabad atau Jenewa.

Terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pada hari ini bahwa proposal AS untuk mengakhiri perang masih "dalam peninjauan" oleh Teheran.

"Rencana dan proposal AS masih dalam peninjauan oleh Iran," kata Baqaei kepada kantor berita ISNA.

Dia mengatakan bahwa Teheran akan menyampaikan pandangannya kepada mediator utama Pakistan setelah "menyelesaikan pandangannya".

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia ingin perang berakhir. Trump juga mengeluarkan ultimatum akan melakukan serangan yang lebih intensif terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan.

Tonton juga video "Trump Hentikan Sementara Project Freedom Pengawalan Kapal di Selat Hormuz"

(ygs/aik)



Berita Terkait