Wanti-wanti Iran ke UEA Usai Bantah Luncurkan Serangan

Wanti-wanti Iran ke UEA Usai Bantah Luncurkan Serangan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Mei 2026 20:08 WIB
Bendera Iran
Bendera Iran. (Foto: Middle East Monitor)
Jakarta -

Iran membantah meluncurkan serangan ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Iran mengingatkan UEA untuk tidak bekerja sama dengan musuh.

Dikutip AFP, Selasa (5/5), Otoritas Iran membantah tuduhan melakukan serangan ke Uni Emirat Arab (UEA). Seorang pejabat militer Iran, yang tidak disebutkan namanya menegaskan Teheran 'tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya' untuk menyerang UEA.

"Republik Islam tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang dimaksud," tegas pejabat militer Iran tersebut saat berbicara kepada televisi pemerintah.

Dia justru mengatakan AS harus bertanggung jawab karena telah membuat jalur bagi kapal-kapal agar melewati Selat Hormuz secara ilegal.

"Para pejabat AS harus mengakhiri perilaku buruk menggunakan kekerasan dalam proses diplomatik dan menghentikan petualangan militer di wilayah minyak yang sensitif ini, yang mempengaruhi perekonomian semua negara di dunia," ucapnya.

Serangan Rudal dari Iran 2 Hari Berturut

Kementerian Pertahanan UEA, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Rabu (6/5/2026), mengatakan sistem pertahanan udaranya secara aktif terlibat dengan ancaman rudal UAV (kendaraan udara tak berawak atau drone).

Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), pada Selasa (5/5), memuji Angkatan Bersenjata negaranya atas tanggapan mereka terhadap serangan-serangan terbaru Iran.

MBS menyebut UEA "mampu, melalui efisiensi militernya dan kohesi masyarakatnya, untuk menangkis setiap agresi dan menghadapi setiap ancaman".

Dalam laporan sebelumnya, pertahanan udara UEA mencegat 15 rudal, terdiri atas 12 rudal balistik dan tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari wilayah Iran. Serangan-serangan itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka sedang.

UEA menegaskan pihaknya memiliki "hak penuh dan sah" untuk merespons serangan terbaru Iran tersebut.

Wanti-wanti Iran ke UEA

Pemerintah Iran mengingatkan UEA tidak bekerja sama dengan "pihak-pihak yang bermusuhan". Teheran memperingatkan konsekuensi potensial bagi perdamaian dan stabilitas regional dari tindakan semacam itu.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al-Mayadeen English, Rabu (6/5/2026), Kementerian Luar Negeri Iran menuduh UEA mengizinkan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di wilayahnya, yang menurut Teheran telah mengancam keamanan nasional Iran serta stabilitas regional.

Kementerian Luar Negeri Iran, dalam pernyataannya, menyampaikan kecaman keras untuk UEA, yang dituduh terlibat dalam "tindakan subversif" dan melakukan "kolusi" dengan pihak-pihak yang bermusuhan dengan Teheran.

"Kami mengutuk tindakan subversif rezim Abu Dhabi dan kolusi mereka dengan pihak-pihak yang memusuhi Republik Islam Iran, termasuk dengan terus menampung pangkalan dan peralatan militer mereka," demikian kecaman Kementerian Luar Negeri Iran.

Kecaman ini disampaikan setelah UEA menuduh Iran melancarkan rentetan serangan rudal dan drone terhadap wilayahnya, yang salah satunya dilaporkan memicu kebakaran di zona industri minyak Fujairah dan memicu tiga korban luka.

Iran Minta UEA Tak Lanjutkan Kolusi

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut para pejabat UEA telah mengadopsi "pendekatan yang bertentangan dengan prinsip bertetangga yang baik dan melanggar prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa".

"Melalui kerja sama terbuka dengan pihak agresor Amerika dan melemahkan keamanan dan kepentingan nasional Iran," sebut Kementerian Luar Negeri Iran merujuk pada tindakan UEA.

Teheran menyerukan agar Abu Dhabi menghindari keterlibatan dengan "pihak-pihak yang bermusuhan" dan menegaskan kembali komitmen Iran teradap hukum internasional dan prinsip hubungan bertetangga yang baik.

"Kami dengan tegas menyerukan kepada Abu Dhabi untuk menahan diri dari melanjutkan kolusi dan kemitraan dengan pihak-pihak yang bermusuhan dalam melakukan praktik-praktik yang melanggar hukum internasional terhadap Iran," cetus Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran itu menambahkan hak Teheran dalam mengambil langkah yang diperlukan untuk membela kepentingan dan keamanan nasionalnya.

"Sudah jelas bahwa Iran tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan tepat untuk membela kepentingannya dan keamanan nasionalnya," tegas pernyataan tersebut, setelah UEA menegaskan pihaknya memiliki "hak penuh dan sah" untuk merespons serangan yang disebutnya diluncurkan dari Iran.

Tonton juga video "AS Minta Rusia-China Tak Gunakan Veto Lagi Terkait Resolusi Hormuz"

Halaman 2 dari 3
(idn/idn)


Berita Terkait