Dilansir kantor berita AFP dan Al Arabiya English, Rabu (6/5/2026), televisi pemerintah Iran melaporkan kebakaran tersebut dimulai pada hari Selasa (5/5) waktu setempat di pusat perbelanjaan Arghavan di kota Andisheh, provinsi Teheran. Belum jelas apa penyebab kebakaran tersebut.
Televisi pemerintah, IRIB mengatakan pihak berwenang sedang menyelidikinya.
Rekaman televisi menunjukkan para petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan kobaran api, saat kepulan asap hitam besar membubung dari gedung bertingkat tersebut.
Kompleks tersebut memiliki lebih dari 250 unit komersial dan 50 unit perkantoran, menurut pejabat setempat.
Kantor Kejaksaan Umum dan Revolusioner Shahriar menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut, untuk mengidentifikasi kemungkinan pelaku.
Kantor tersebut juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk kontraktor bangunan tersebut.
Kebakaran sering terjadi di Iran, tetapi jarang menyebabkan korban jiwa.
Pada Juni 2020, ledakan dahsyat yang disebabkan oleh tabung gas yang terbakar di sebuah klinik di utara Teheran, menewaskan sedikitnya 19 orang.
Pada Januari 2017, kebakaran di pusat perbelanjaan Plasco berlantai 15 di Teheran, menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk 16 petugas pemadam kebakaran.
Tidak ada indikasi bahwa kebakaran terbaru tersebut terkait dengan perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Saat ini berlaku gencatan senjata yang rapuh dengan Amerika Serikat, yang telah berlangsung selama sekitar tiga minggu.
Lihat juga Video 'AS Minta Rusia-China Tak Gunakan Veto Lagi Terkait Resolusi Hormuz':
(ita/ita)











































